Berita

Mahasiswi Afghanistan saat menghadiri wisuda di Benawa Institute of Higher Education di Kandahar/Net

Dunia

Taliban Tegaskan Lagi Larangan Perempuan Afghanistan Masuk Kampus

RABU, 21 DESEMBER 2022 | 07:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Afghanistan di bawah kendali Taliban kembali melarang pelajar perempuan untuk mengikuti proses pembelajaran di universitas, sebuah pukulan terbaru terhadap hak-hak perempuan di negara itu.

Sebuah surat yang dibagikan oleh juru bicara Kementerian Pendidikan Tinggi, Ziaullah Hashmi, mengatakan kepada universitas swasta dan negeri untuk menerapkan larangan tersebut sesegera mungkin dan memberi tahu kementerian begitu larangan tersebut diberlakukan.

Hashmi men-tweet surat itu dan mengonfirmasi isinya dalam sebuah pesan kepada The Associated Press tanpa memberikan rincian lebih lanjut.


"Perempuan dan anak perempuan dilarang masuk universitas negeri dan swasta sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata pernyataan tersebut.

Hal ini kemungkinan akan memicu kemarahan dari kelompok hak asasi manusia dan masyarakat internasional, yang belum secara resmi mengakui pemerintahan Taliban sejak pengambilalihan kelompok itu atas Afghanistan tahun lalu.

Jutaan anak perempuan dilarang bersekolah di bawah aturan yang diberlakukan oleh Taliban. Sementara anak perempuan di sekolah dasar pada umumnya diperbolehkan untuk mengikuti kelas, pembatasan tetap ada dan bervariasi dari satu provinsi ke provinsi lainnya.

Aktivis dan jurnalis Afghanistan Nilofar Ayoubi buka suara atas pelarangan terbaru.

“Afghanistan sekarang secara resmi menjadi neraka bagi perempuan dan anak perempuan,” tulis Ayoubi di Twitter.

Taliban terus mengecualikan perempuan dari kehidupan publik, melarang mereka dari taman dan hammam bulan ini. Mereka juga melanjutkan eksekusi dan pencambukan publik, memicu kekhawatiran akan kembalinya aturan tangan besi mereka pada 1990-an.

Sekolah perempuan yang tetap buka telah menjadi sasaran para ekstremis.

Pada bulan September, setidaknya 35 orang – kebanyakan wanita – tewas dalam bom bunuh diri saat mereka bersiap untuk ujian masuk universitas di lingkungan Dasht-e-Barchi di Kabul.

Sebelumnya pada April, enam orang tewas di sebuah sekolah menengah di lingkungan yang sama, dan pada bulan Mei tahun lalu sebuah pemboman menewaskan 85 orang di sebuah sekolah perempuan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:22

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19

Panglima: TNI AD Sumbang 55 Persen Produksi Beras Nasional 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:53

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26

Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:17

Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:16

Jadwal Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Prancis Tantang Inggris

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07

Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM di Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Pramono Buka Jalan Alumni PKM Berdakwah di Masjid Milik Pemprov DKI

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Selengkapnya