Berita

Aksi protes di Peru/Net

Dunia

Buntut Kematian Terbaru dalam Aksi Protes di Peru, Dua Menteri Menyatakan Mundur

SABTU, 17 DESEMBER 2022 | 10:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peru kehilangan dua menterinya di tengah gejolak yang belum mereda di negara itu menyusul kemarahan pendukung Pedro Castillo. Pengunduran diumumkan sendiri oleh dua menteri itu pada Jumat (16/12) melalui akun Twitter.

Peru dilanda aksi protes besar setelah pemakzulan Castilo pekan lalu yang mengakibatkan banyak korban tewas dan luka. Pada Kamis, aparat keamanan melaporkan ada lagi kematian karena bentrokan.

Menteri Pendidikan Patricia Correa dan Menteri Kebudayaan Jair Perez kemudian bereaksi atas kematian itu.


"Pagi ini saya mempresentasikan surat pengunduran diri saya dari posisi menteri pendidikan. Kematian rekan senegaranya tidak dapat dibenarkan. Kekerasan negara tidak dapat dibesar-besarkan dan menyebabkan kematian," kata Correa dalam cuitannya, seperti dikutip dari Reuters.

Pengunduran diri juga dipicu karena Kongres gagal meloloskan reformasi konstitusi yang akan memajukan pemilihan presiden hingga Desember 2023.

Peru mengalami kekacauan politik selama bertahun-tahun. Pada 7 Desember krisis kian runcing ketika mantan presiden mengumumkan dia membubarkan Kongres dan memberlakukan keadaan darurat. Pengumuman itu justru membuat Castillo tersungkur. Kongres malah memilih untuk memakzulkannya.

Tak lama setelah Castilo disingkirkan, demonstrasi pecah. Lebih dari 20 orang tewas selama protes.

Pada Kamis, bentrokan di wilayah Ayacucho tengah menewaskan sedikitnya delapan orang. Rekaman di media sosial menunjukkan pengunjuk rasa memblokir jalan utama dan bandara.

Protes berlanjut pada Jumat meskipun telah diberlakukan keadaan darurat nasional sejak Rabu.

PBB  menyatakan "keprihatinan yang mendalam" atas laporan kematian Kamis dan penahanan anak di bawah umur yang terlibat dalam demonstrasi.

Pemerintah Peru mengatakan Menteri Luar Negeri Ana Cecilia Gervasi akan bertemu dengan Komisi Tinggi PBB pada Selasa mendatang untuk membahas situasi tersebut.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya