Berita

Achmad Nur Hidayat/Net

Publika

Menteri Investasi Sebut SoftBank Mau Menang Sendiri, Sebenarnya SoftBank Nilai Proyek IKN Tak Layak Investasi

JUMAT, 16 DESEMBER 2022 | 18:21 WIB | OLEH: ACHMAD NUR HIDAYAT

STATEMENT Menteri Investasi Sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam rapat dengan Komisi VI DPR Rabu (14/12), terkait mundurnya SoftBank dalam proyek IKN tidak etis dan belum tentu juga kebenarannya. Bahlil mengatakan bahwa SoftBank mundur dari proyek IKN karena ingin untung sendiri.

Pernyataan ini tentu saja tidak etis diucapkan seorang Menteri Investasi terhadap perusahaan global seperti SoftBank. SoftBank yang merupakan perusahaan Multi National Company tentu saja memiliki perhitungan yang cermat dalam melakukan investasi.

Pernyataan Bahlil yang mengatakan bahwa SoftBank hanya mencari untung sendiri tentu saja memberi kesan yang kurang baik terhadap SoftBank. Padahal seperti sama-sama kita ketahui bahwa proyek IKN ini dari dalam negeri sendiri mendapatkan banyak penolakan apalagi bagi investor yang akan menggelontorkan uangnya tentu saja harus berhitung secara cermat.


Dalam situasi dunia yang semakin tidak menentu terutama pasca terjadi wabah Covid-19 dan perang berkepanjangan Rusia-Ukraina berdampak pada situasi global yang semakin tidak menentu, terjadi resesi dan stagflasi. Hal ini tentunya situasi yang tidak aman untuk berinvestasi pada proyek infrastruktur dengan dana yang besar.

Seperti kita ketahui, proyek IKN sedari awal sudah ditentang oleh banyak pihak. Bahkan banyak pihak yang menggugat perihal IKN ini ke Mahkamah Konstitusi tetapi selalu ditolak gugatan masyarakat oleh MK.

Para penggugat dari masyarakat sipil  terhadap proyek IKN ini adalah mengganggap proyek ini tidak jelas darimana sumber pendanaannya. Dari APBN tentu saja tidak akan mampu membiayai IKN. Pemerintah sendiri belum memiliki skema yang jelas terkait pendanaan projek IKN ini.

Sehingga tentu saja adalah hal yang beralasan jika SoftBank akhirnya hengkang dari project IKN yang tidak jelas tersebut. Dan justru menjadi hal yang aneh pernyataan Bahlil yang menyebut SoftBank mau untung sendiri.

Pernyataan Bahlil di depan parlemen ini tentu saja tidak etis disampaikan seorang menteri investasi dan penanaman modal. Karena nantinya investor investor yang akan menanamkan dananya ke Indonesia akan menjadi berfikir ulang karena mereka juga akan disebut Bahlil egois dan ingin untung sendiri jika kemudian mereka tidak jadi berinvestasi.

Sebagai sebuah bank SoftBank dalam melakukan aktifitasnya berinvestasi di awal pasti akan melakukan studi kelayakan terlebih dahulu terhadap suatu project apakah suatu project tersebut akan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang atau justru proyek tersebut berpotensi rugi bahkan bermasalah.

SoftBank tentunya dalam mengambil keputusan harus prudent dan berhati hati akan uangnya yang akan diinvestasikan.

Dan yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah apakah memang benar mundur nya SoftBank karena ingin untung sendiri. Atau justru proyek IKN ini sebetulnya merupakan proyek yang tidak visible dan tidak menguntungkan bagi investor hingga akhirnya SoftBank hengkang. 

Penulis adalah Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya