Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo/Net

Politik

Bahaya bagi Masyarakat, Sudah Tepat Jokowi Tarik Cukai Produk Plastik dan Minuman Berpemanis

JUMAT, 16 DESEMBER 2022 | 03:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mematok  cukai dari produksi plastik dan minuman berpemanis dalam kemasan tidak dilihat semata-mata untuk menambah pendapatan negara. Kebijakan pemerintahan Jokowi itu harus dipandang sebagai pengingat bagi semua pihak bahwa plastik dan MBDK itu sesungguhnya adalah produk yang berbahaya.  

Pandangan ini disampaikan langsung oleh anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo, Kamis (15/12).

Rahmad Handoyo mengaku menyambut baik keputusan presiden Jokowi. Politisi PDIP itu berharap penarikan cukai dari kedua pos tersebut bisa menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sebenarnya plastik dan MBDK itu adalah produk yang beresiko.


Kata Rahmad Handoyo, ia berharap agar pemberlakuan cukai di kedua pos tersebut bisa menjadi bahan edukasi. Sebab, diduga kuat akibat konsumsi berlebihan makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi,  saat ini sebanyak 13 persen dari jumlah peduduk Indonesia terkena penyakit diabetes.

“Apalagi, diabetes itu adalah ibu dari berbagai penyakit lainnya seperti  kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf. Diabetes juga dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf dan lainnya,” jelas Rahmad Handoyo.

Masih menurut Handoyo, akibat penyakit diabetes yang pada gilirannya memunculkan berbagai penyakit lainnya tersebut dampaknya sangat besar jika dilihat dari sisi ekonomi.

Rahmad Handoyo mengungkapkan bahwa dana triliunan rupiah milik masyarakat indonesia terkuras habis untuk mengobati penyakit-penyakit yang tidak menular salah satunya  yang berawal dari diabetes.

Atas dasar itulah, minuman berpemanis dalam kemasan harus juga diawasi kandunganya.

"Kalau tidak penyakit gula pd anak-anak maupun secara keseluruhan akan semakin naik dan menjadi beban keluarga serta negara,” tambahnya.

Handoyo meminta, kedepan setiap produk minuman berpemanis yang dijual bebas di tengah masyarakat harus mencantumkan kadar gula dalam kemasan dengan tulisan yang besar.

“Saat ini juga ada tulisan dalam kemasan tapi kecil ironisnya konsumen juga  tidak begitu mempedulikan. Khusus kadar gula, kedepan harus berikan porsi yang lebih besar pencantumanya sehingga masyarakat mengetahui kandungan di dalam suatu kemasan,’’ katanya.

Tak jauh berbeda dengan minuman berpemanis, produksi plastik  yang berlebihan juga mengundang risiko dan jadi beban lingkungan. Apalagi, kata Handoyo, plastik bisa membahayakan ekosistem karena masa terurai yang lama.

“Karena sifatnya yang sulit terurai, plastik akhirnya  membahayakan ekosistem,” katanya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Kemenkop Akselerasi Penerima PKH Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:44

DPR Wajib Awasi Partisipasi Indonesia di BoP dan ISF

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:42

Polisi Gadungan Penganiaya Pegawai SPBU Dibekuk

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:18

BPC HIPMI Rembang Dukung Program MBG Lewat Pembangunan SPPG

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:56

Posisi Strategis RI di Tengah Percaturan Geopolitik

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:55

Pertamina Harus Apresiasi Petugas SPBU Disiplin SOP Hingga Dapat Ancaman

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:21

Menkop Ajak Seluruh Pihak Kolaborasikan KDKMP dan PKH

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:19

Setop Alfamart dan Indomaret Demi Bangkitnya Kopdes

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:52

PDIP soal Ambang Batas Parlemen: Idealnya Cukup 5-6 Fraksi di DPR

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:29

BNI Ingatkan Bahaya Modus Phishing Jelang Lebaran

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:25

Selengkapnya