Berita

Analis Badan Kebijakan Fiskal Rahadian Zulfadin dalam acara Indef School of Political Economy bertemakan “Kebijakan Moneter Global dan Nasional di Tengah Resesi” di ITS Tower, Pasar Minggu, Rabu (14/12)RMOL

Bisnis

Kata Analis Fiskal, Nilai Tukar Rupiah Melemah Belum Tentu Berdampak ke APBN

RABU, 14 DESEMBER 2022 | 16:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah berdampak serius bagi APBN, perlu diluruskan. Pasalnya, asumsi nilai tukar terhadap APBN harus dilihat rata-rata nilai dalam setahun.

Misalnya, saat ini nilai tukar dolar terhadap rupiah sebesar Rp15.500, kemudian diasumsikan dalam APBN 2022 dolar Rp14.800, tidak bisa dikatakan bahwa nilai tukar tersebut bakal mempengaruhi APBN ke depan, namun harus dilihat nilai rata-rata setahun dalam kurensi.

Demikian yang disampaikan oleh Analis Badan Kebijakan Fiskal Rahadian Zulfadin dalam acara Indef School of Political Economy bertemakan “Kebijakan Moneter Global dan Nasional di Tengah Resesi” di ITS Tower, Pasar Minggu, Rabu (14/12).


Rahadian menuturkan membandingkan nilai tukar hari ini dengan asumsi APBN yang mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp 14.800 bukan berarti melemah. Tapi harus dilihat nilai rata-rata pertahun, meskipun faktanya telah terjadi pelemahan.

“Kita harus bandingkan asumsi APBN dengan rata-rata hingga hari ini. Faktanya memang terjadi pelemahan nilai tukar,” kata Rahadian.

Dia menjelaskan dampak daripada pelemahan nilai tukar masih kecil, secara agregat. Namun, hal ini bertolak belakang dengan fakta di bulan Oktober, kinerja APBN masih bagus, meskipun nilai tukar menurun.

“Kita harus ingat nilai tukar melemah ada keuntungan dari penghasilan ekspor. Dampak masih ada positif ke APBN,” imbuhnya.

Rahadian menuturkan Indonesia tidak mampu menjaga nilai tukar rupiahnya sehingga terjadi surplus, terlebih adanya indikasi nilai ekspor tidak masuk ke Indonesia namun berhenti di Singapura.

“Kita harus lihat, DHE (Devisa Hasil Ekspor) kan dalam valas. Kita harus bikin eksperimen, kalau uang masuk ke perbankan-perbankan harus kasih bunga. Kita harus tanya apa di dalam negeri ada bisnis yang perlu valas. Kalau tidak perbankan tidak bisa salurkan valas tapi harus beri bunga,” katanya.

“Kalau saya eksportir, kalau di dalam tidak ada peluang salurkan dalam valas mending di luar dulu. pemerintah sedang berupaya menahan agar DHE lebih lama di dalam negeri. Perbalikan surplus semua masih sangat mungkin,” imbuhnya.

Ekonomi global ada pelemahan, kata Rahadian, permintaan ekspor bisa melemah, tapi biasanya impor juga turun.

“Defisit neraca dagang masih berpeluang terjadi. walau sekarang 30 bulan surplus. dampak ke nilai tukar, sudah disampaikan masih belum terlihat bisa beri dampak,” tutupnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya