Berita

Tokoh Masyarakat Kecamatan Mundu tolak gabung CDOB Cirebon Timur/RMOLJabar

Nusantara

Enggan Ikut Pemekaran Cirebon Timur, 12 Desa di Kecamatan Mundu Berharap Gabung ke Kota Cirebon

RABU, 14 DESEMBER 2022 | 09:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebanyak 12 Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan 12 Kuwu se-Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, sepakat untuk menolak ikut memperjuangkan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Cirebon Timur.

Ketua Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM), KH. Usamah Mansur mengatakan, pihaknya memahami dan menghormati penolakan dari 12 Ketua BPD dan 12 Kuwu se Kecamatan Mundu.

Kiai Usamah menilai penolakan dari warga Kecamatan Mundu karena mereka merasakan pelayanan dari Pemkab Cirebon tidak sebagus pelayanan yang diberikan Pemerintah Kota Cirebon.


Ia pun mencontohkan, soal kesulitan air yang dihadapi masyarakat Mundu, di mana Pemkab Cirebon terkesan lambat dalam melangkah. Berbeda dengan Pemkot Cirebon yang sangat tanggap dengan kesulitan yang dialami oleh masyarakat Mundu tersebut.

"Jadi wajar jika mereka (Kecamatan Mundu) lebih condong bergabung ke Kota Cirebon," jelasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Namun begitu, Kiai Usamah tetap berharap setelah Forum Cirebon Timur Mandiri memberikan pemahaman, bahwa salah satu tujuan Pemekaran Cirebon timur agar tidak ada lagi ketimpangan atau terkesan dianaktirikan.

"Tujuan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Cirebon Timur untuk perubahan ke arah yang lebih baik," tutupnya.

Sementara itu, Kuwu Banjarwangunan Kecamatan Mundu, Sulaeman menyerahkan nasib Kecamatan Mundu kepada pihak Kementerian Dalam Negeri, apakah gabung ke Kota Cirebon atau masih di Kabupaten Cirebon.

"Kami menunggu keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saja," singkatnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya