Berita

Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar/RMOL

Politik

Irit Biaya, PKB Setuju Usulan Megawati Nomor Urut Parpol Tidak Berubah

RABU, 14 DESEMBER 2022 | 01:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jelang penetapan peserta Pemilu 2024 pada Rabu (14/12), Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar setuju dengan usulan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal tidak perlu ada perubahan nomor urut partai politik peserta pemilu 2024.

Pria yang karib disapa Cak Imin itu berpendapat, usulan Megawati soal penomoran partai tidak berubah dapat mengurangi biaya logistik partai. Apalagi, sampai saat ini PKB masih memiliki banyak alat peraga dengan nomor yang sama dengan Pemilu 2019.

Politisi yang juga Wakil Ketua DPR RI ini memastikan bahwa partai yang ada di DPR sudah bersepakat tidak perlu ada perubahan penomoran urut partai.


"Kemudian dimungkinkan akan ada tambahan partai baru. Kalau di DPR saja sudah sepakat, presiden pasti sepakat. DPR kan sepakat tidak berubah," demikian kata Cak Imin di hadapan wartawan di Komplek parlemen, Selasa (13/12).

Terkait dengan penolakan oleh partai baru, Cak Imin mengatakan bahwa nantinya akan diputuskan oleh paling banyak suara partai.

"Intinya demokrasi itu kemauan bareng-bareng. Saya kira, substansinya supaya irit logistik pemilu. barang yang sudah terlanjur nomor lama dipakai ulang," jelas Cak Imin.

Dalam Perppu 1/2022 tentang Pemilu di pasal 179 partai peserta Pemilu yang saat ini di DPR diberi peluang tetap menggunakan nomor urut partai pada tahun 2019 silam. Meski demikian, Perppu juga mengamanahkan tentang ruang penentuan nomor urut melalui mekanisme pengundian.

Mekanisme penentuan itu nantinya menjadi otoritas KPU bersama partai politik yang ditetapkan sebagai peserta pemilu melalui pleno.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya