Berita

Achmad Nur Hidayat/Net

Publika

Tanggapan Staf Ahli Menkeu Yustinus Prastowo terhadap Bupati Meranti Terlalu Pusat Oriented

SELASA, 13 DESEMBER 2022 | 17:51 WIB | OLEH: ACHMAD NUR HIDAYAT

PERNYATAAN Bupati Meranti Muhammad Adil yang keras menyebut Kementerian Keuangan berisi setan dan iblis  adalah akumulasi dan puncak kekesalan dan kekecewaannya terhadap Kementerian Keuangan yang sudah berkali-kali berupaya ditemuinya tetapi responnya sangat mengecewakan. Dia mengatakan ditemui oleh pejabat yang tidak berkompeten memberikan penjelasan.

Masalah dana bagi hasil daerah yang dipersoalkan Bupati Meranti ini memang amat wajar dan beralasan. Karena menurut data yang dia miliki ketika Konflik Rusia-Ukraina terjadi ada kenaikan harga minyak dunia, di mana minyak dari Meranti dijual dan produksinya pun meningkat sampai 7.000 barel per hari tetapi mengapa bagi hasil yang diterima Meranti justru berkurang.

Penjelasan Yustinus sebagai orang KemenKeu ini terlalu menyederhanakan masalah dan terkesan tidak peka terhadap apa yang terjadi di daerah. Pernyataan nya yang membela Kementerian Keuangan tempat dia bekerja dan meminta Bupati Meranti Muhammad Adil untuk meminta maaf ini terkesan sikap yang arogan dan pusat oriented.


Yustinus yang meminta Muhammad Adil untuk meminta maaf secara terbuka menunjukkan bahwa dirinya sudah menganggap Bupati Meranti itu bersalah sedangkan apa yang dijalankan oleh Kemenkeu sudah benar. Ini adalah sikap yang seakan pusat selalu benar. Dan ketika ada masalah antara pusat dan daerah maka pusat yang benar dan daerah yang salah.

Padahal dari cerita yang disampaikan sang Bupati dirinya sudah berusaha berkali-kali untuk meminta kejelasan terhadap pembagian tersebut. Namun, tidak mendapat respon yang baik dari pihak Kementerian Keuangan.

Sebagai seorang kepala daerah adalah wajar jika dirinya ingin meminta kejelasan terkait Sumber Daya Alam di daerah nya yang di keruk namun hasilnya tidak dinikmati oleh masyarakat Meranti.

Justru dalam hal ini kita menjadi bertanya  kepada Kementerian Keuangan dengan ada nya kenaikan harga minyak dan meningkatnya produksi minyak mengapa pembagian Kabupaten Meranti justru berkurang seperti yang disuarakan Muhammad Adil.   

Dan justru kita menduga ada hal yang ditutupi oleh Kementerian Keuangan dan Pemerintah Pusat terkait hasil dari pendapatan minyak bumi tersebut. Ke mana larinya pendapatan minyak bumi yang besar tersebut mengapa daerah penghasil minyak bumi seperti Kabupaten Meranti ini mengalami kemiskinan ekstrem sementara hasil buminya disedot habis habisan.

Dan jika pusat tidak bisa menjelaskan hal ini secara jelas dan gamblang maka akan muncul Muhamad Adil-Muhammad Adil berikutnya yang berteriak menuntut keadilan daerah dan masyarakatnya. 

Penulis adalah Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya