Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Airlangga Hartarto Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif di Tengah Ancaman Resesi

SELASA, 13 DESEMBER 2022 | 13:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Seiring ancaman resesi global, ekonomi Indonesia tetap otimis untuk terus tumbuh positif. Hal itu, sejalan dengan langkah pemerintah yang terus mengantisipasi dampak dari ancaman resesi itu.

Begitu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara kunci diskusi publik bertema “Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global: Refleksi 2022 dan Proyeksi 2023".

Diskusi tersebut, sekaligus pembukaan Program Executive Education Program For Young Political Leaders Angkatan ke-10 yang diselenggarakan Golkar Institute, di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (12/12).


“Beberapa peneliti telah menghitung, sangat kecil kemungkinan Indonesia menghadapi resesi yang ekstrem. Pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik di tahun 2022,” ujar Airlangga.

“Di saat yang sama, kita juga harus selalu berada di garda depan, secara domestik dan internasional, siap untuk menghadapi tahun 2023 dengan optimis namun tetap waspada”, lanjutnya.

Dalam paparannya, Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini menyampaikan beberapa data yang menjadi perhatian serius bagi Pemerintah khususnya di sektor ekonomi.

Pertumbuhan global diperkirakan melambat dari 6 persen (2021) menjadi 3,2 persen (2022) dan 2,7 persen (2023). Sedangkan inflasi global diperkirakan meningkat dari 4,7 persen (2021) menjadi 8,8 persen (2022), tetapi akan turun jadi 6,5 persen (2023) dan 4,1 persen (2024).

Pada sisi lain, Airlangga mengapresiasi tema diskusi yang diangkat untuk mengawali pendidikan angkatan ke-10. Tema itu, bagi dia, penting untuk memupuk pemahaman politik ekonomi kader-kader muda Partai Golkar.

“Saya bangga Golkar Institute konsisten meningkatkan kapasitas politisi muda Indonesia dalam hal kepemimpinan, pemahaman ekonomi, dan kefasihan politik agar dapat memimpin Indonesia secara berkelanjutan," terangnya.

"Lulusan Golkar Institute harus aktif mengambil peran-peran penting membangun daya tahan ekonomi Indonesia, demi meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily dalam laporannya menyampaikan bahwa acara ini diikuti sebanyak 33 orang yang terpilih dari seleksi yang sangat ketat.

“Mereka adalah kelompok sosial baru yang nanti akan menjadi pemimpin-pemimpin politik yang mulai berangkat dari Golkar Institute,” kata Ace.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya