Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pembatasan Dilonggarkan, China Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

MINGGU, 11 DESEMBER 2022 | 07:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China merasakan merasakan imbas dari pelonggaran pembatasan aturan ketat Zero Covid dengan mencatat lonjakan infeksi baru.

Sejak Rabu (7/12) pemerintah mengakhiri tes Covid-19 secara wajib yang menjadi bagian penting dari kebijakan Zero Covid, yang menjadi pemicu aksi protes besar-besaran hingga menuntut pengunduran diri Presiden Xi Jinping.

Namun dengan pelonggaran pembatasan, kasus Covid-19 meroket. Pada Jumat (9/12), China melaporkan 16.797 kasus baru, termasuk 13.160 tanpa gejala. Itu turun sekitar seperlima dari hari sebelumnya dan kurang dari setengah dari puncak harian minggu lalu di atas 40 ribu.


Saat ini, orang dengan kasus Covid-19 ringan untuk diisolasi di rumah alih-alih pergi ke pusat karantina, seperti dimuat Associated Press.

Di beberapa kota, pengguna media sosial mengatakan rekan kerja atau teman sekelas mereka sakit, sementara beberapa bisnis tutup karena kekurangan staf. Banyak di antaranya tidak dapat dikonfirmasi secara independen.

Insiden seperti ini menggemakan pengalaman Amerika Serikat, Eropa, dan negara lain ketika berjuang melawan wabah saat mencoba memulihkan aktivitas bisnis.

Tetapi itu adalah perubahan yang mengejutkan bagi China, di mana Beijing menerapkan kebijakan Zero Covid yang ketat untuk mengisolasi setiap kasus.

"Melonggarkan kontrol Covid akan menyebabkan wabah yang lebih besar," kata Neil Thomas dan Laura Gloudeman dari Eurasia Group dalam sebuah laporan.

"Tapi Beijing tidak mungkin untuk kembali ke perpanjangan lockdown yang menghancurkan ekonomi awal tahun ini," tambahnya.

Meski begitu, pembatasan mungkin harus tetap berlaku setidaknya hingga pertengahan 2023. Jutaan orang lanjut usia perlu divaksinasi, yang akan memakan waktu berbulan-bulan, dan rumah sakit perlu diperkuat untuk mengatasi lonjakan kasus.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya