Berita

Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS) Arman Salam/RMOL

Politik

Wacana Penundaan Pemilu Muncul Lagi, Elite Diingatkan Jangan Memecah Belah Bangsa

SABTU, 10 DESEMBER 2022 | 05:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Paska pernyataan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyinggung soal penundaan Pemilu tahun 2024, banyak penolakan dari publik.

Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS) Arman Salam memandang hal itu upaya oknum-oknum yang haus kekuasaan dengan mengatasnamanya rakyat.

"Sebut saja orang yang masih mencari cari celah agar pemilu ditunda atau menambah masa jabatan presiden," demikian kata Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu pagi (10/12).


Menurut Arman, apa yang dilakukan Bamsoet dan LaNyalla seperti anak TK yang terus berupaya untuk minta balon merah kuning hijau. Dan terbaru, cantolannya adalah hasil survei kepuasan terhadap kinerja.

Bagi Arman, dilihat dari korelasinya memang tidak nyambung.  Sebab, saat bicara data kepuasan kinerja presiden bukan berarti harus dilanjutkan masa jabatannya.

Apalagi, dalam banyak survei lembaga-lembaga yang kredibel, angka dukungan terhadap masa jabatan presiden diperpanjang banyak yang menolak.

"IPS pernah melakukan riset terkait masa jabatan presiden yang diperpanjang pada bulan Mei 2022 lalu,  angkanya berbanding terbalik dengan kepuasan. Hanya 25 persen dan 45 persen yang menolak dan sisanya tidak menjawab," ulas Arman.

Artinya, kata Arman, korelasi antara kepuasan dan keinginan perpanjangan masa jabatan presiden sangat kecil.

Lebih lanjut, Arman menjelaskan bahwa kinerja adalah suatu hal yang biasa dan bukan saja peran dari presiden semata melainkan peran pemerintah yang didalamnya tim. Selain itu juga ada peran masyarakat luas serta semua elemen bangsa.

"Jangan sampai kelompok zona nyaman terus melakukan manuver atas nama publik sehingga menciderai nilai demokrasi serta berpotensi menciptakan kegaduhan yang dapat memecah belah bangsa," pungkasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya