Berita

Petani asal Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro menjadi korban penipuan sertifikat tanah palsu/RMOLJatim

Nusantara

Puluhan Petani Bojonegoro jadi Korban Penerbitan Setifikat Tanah Palsu

RABU, 07 DESEMBER 2022 | 02:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Puluhan petani asal Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro menjadi korban penipuan sertifikat tanah palsu.

Sedikitnya ada sekitar 40 sertifikat yang diduga palsu dan 10 diantaranya dari Progam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) lanjutan yang terbit pada Desamber 2021 lalu.

Menurut salah seorang warga, Ahmad Nur Khotim, kasus terbongkarnya sertifikat tanah palsu tersebut berawal dari adanya salah seorang warga yang akan menggunakan sertifikat itu sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman di salah satu perbankan atau koperasi.


Namun Nur Khotim mendapatkan penolakan lantaran sertifikat itu tidak terregistrasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Dari temuan tersebut kemudian terungkap ada sekitar 40 sertifikat warga yang diduga palsu," kata Khotim, dikutip Kantor Berita Berita RMOLJatim, Selasa (6/12).

Padahal, kata Khotim, warga sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp 3 jutaan untuk pengurusan penerbitan sertifikat tersebut.

Sambungnya, masyarakat juga sudah melaporkan kasus ini kepada BPN Bojonegoro namun hingga kini tak ada titik temu.

"Kita juga sudah pernah melakukan sosialisasi, mediasi juga sudah dengan pihak BPN tapi mentok, tidak ada titik temu dan ini sangat merugikan kami sebagai rakyat kecil," jelasnya.

Dihubungi terpisah, penasehat hukum warga Desa Tembeling Sunaryo menjelaskan pihaknya bersama perwakilan warga melaporkan ke Polres Bojonegoro.

Sunaryo menduga dalam perkara ini ada oknum yang bermain dalam penerbitan sertifikat tersebut sehingga membuat warga merugi.

"Jadi penekanan kita minta kasus ini terungkap, karena kasihan para petani yang menjadi korban dari sertifikat tanah palsu," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya