Berita

Rumah ditemukannya mayat satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat/RMOL

Publika

Rumitnya Penyelidikan 4 Mayat di Kalideres

SELASA, 06 DESEMBER 2022 | 17:39 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

MAYAT sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat, masih diselidik polisi, meski hampir sebulan belum terungkap. Terbaru, polisi menggelar rapat konsolidasi bersama para pakar. Spekulasi warga terus berkembang.

Polisi memastikan, rapat dengan para pakar itu bagian akhir dari penyelidikan panjang yang belum bisa diungkap itu. Kasus ini unik. Termasuk keunikan polisi yang terus menyelidiki.

Seperti diberitakan, empat mayat sekeluarga ditemukan meninggal di rumah mereka, di Perumahan Citra Garden Extension 1, Kalideres Jakarta Barat, Kamis, 10 November 2022 sore.

Rumah didobrak. Setelah beberapa kali warga melapor bau busuk di sekitarnya. Pendobraknya, Ketua RT setempat Asiung didampingi aparat kelurahan setempat. Ternyata, empat mayat sudah pada kering.

Itu jenazah Rudyanto Gunawan (71) dan istri Margaretha Gunawan (68); anak mereka, Dian Febbyana (42); dan adik Rudiyanto, bernama Budyanto Gunawan (69). Rumah itu hanya dihuni empat orang ini.

Hasil otopsi, tidak ada tanda kekerasan. Juga bukan keracunan. Tapi di lambung mereka tidak ada makanan.

Lalu, ramai beredar kata 'kelaparan'. Yang ditafsirkan tidak punya uang buat beli makanan. Ternyata, anggapan itu salah. Keluarga tersebut belum lama menjual mobil Honda Brio seharga Rp 160 juta. Mereka tinggal di rumah senilai sekitar Rp 1,5 miliar, yang akan digadaikan Rp 600 juta tapi batal.

Pemeriksaan lanjut, yang meninggal duluan Margaretha, diketahui 13 Mei 2022. Meninggalnya mungkin sudah lama, karena sudah membusuk.

Itu diketahui dua petugas koperasi simpan pinjam yang akan menerima gadai rumah Rp 600 juta, tapi batal, karena tidak bisa konfirmasi sertifikat rumah atas nama Margaretha yang sudah meninggal.

Meninggal terakhir adalah Dian. Dari hasil penyelidikan polisi.

Terbaru, akhir pekan lalu polisi menemukan diduga mantra. Ditulis di kerta putih ukuran 5 X 15 cm yang sudah kumal. Tulisannya sudah tak terbaca. Polisi menduga itu mantra, karena bahannya kain.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi kepada pers Senin, 5 Desember 2022 mengatakan:

"Hari ini kita rapat bersama tim pakar. Dari kedokteran forensik, psikologi forensik, dan sosiologi agama, juga laboratorium forensik."

Sosiologi agama dilibatkan, karena dugaan mantra itu. Hasil rapat polisi dan para pakar sudah ada, tapi belum diumumkan polisi. Masih akan didalami lagi. Meski pendalaman kasus ini sudah hampir sebulan.

Polisi menyatakan, hasil akhir akan diumumkan Jumat, 9 Desember 2022. Berarti, tepat sebulan sejak ditemukannya mayat.

Mengapa begitu lama? Kata polisi, laporan akhir masih disusun. Laporan itu hasil kesimpulan rangkuman penyelidikan polisi dan pendapat pakar. Jika tidak ada unsur tindak pidana, polisi akan meninggalkan kasus ini. Artinya, tidak akan diselidiki lagi.

Kasus ini pertama di Indonesia. Unik. Hebatnya, polisi terus menyelidiki kasus unik ini. Mengantisipasi, kalau-kalau itu tindak pidana. Walau pun tanda-tanda pada mayat tidak mengarah ke kejahatan.

Berbagai pakar komentar. Berganti-ganti pakar pendapatnya dimuat media massa. Tapi tidak menuntaskan penyelidikan. Malah bikin riuh. Apalagi awam, ramai berspekulasi di sosmed.

K´╗┐riminolog dari Universitas Indonesia, Joasis Simon, mengatakan, polisi perlu segera mengungkap kasus ini secara transparan, sebab spekulasi liar yang bermunculan itu dianggap "tidak adil" bagi korban dan keluarganya.

Artinya, kerabat korban dirugikan dengan spekulasi liar yang bertebaran di medsos.

Pengamat media massa dari Universitas Gadjah Mada, Wisnu Prasetya, berpendapat, spekulasi liar tidak mungkin dihentikan. Meluas, sampai dibandingkan dengan kematian ritual Burari di India.

Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto ikut mengatakan, penemuan buku berisi ajaran sejumlah agama di rumah keluarga tersebut, perlu penyelidikan polisi.

Benny Mamoto: "Melihat adanya hal-hal yang tidak biasa, seperti korban menutup diri dari keluarga, menggunakan alas kaki ditutup plastik, tidak mau ada listrik dan tidak ada makanan di TKP, maka temuan buku-buku menjadi penting untuk didalami."

Aneka pendapat itu sepertinya membuat polisi ragu melepaskan kasus yang kelihatannya tidak terkait kriminal ini. Enggan menghentikan penyelidikan.

Sehingga polisi terus-menerus mendalami, mengupas. Ibarat mengupas bawang merah, yang selalu ada kulitnya. Sampai habis.

Sebaliknya, masyarakat terus menunggu hasil penyelidikan polisi. Penasaran. Sekadar tahu. Semacam tontonan di waktu luang.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

Herman Khaeron Jamin Duet Anies-AHY Mampu Perbaiki Kondisi Negeri

Minggu, 22 Januari 2023 | 05:51

Kabar Duka, Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia

Selasa, 24 Januari 2023 | 22:59

Ini Permintaan Terakhir Lieus Sungkharisma Sebelum Meninggal Dunia

Rabu, 25 Januari 2023 | 00:19

Syahganda Nainggolan: Lieus Sungkharisma Pejuang Tangguh

Selasa, 24 Januari 2023 | 23:19

Sengkarut Pertarungan Trah Soekarno, Lebih Layak Mega atau Guntur?

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:17

Pimpin Jateng 9 Tahun Cuma Berhasil Pangkas 1 Juta Kemiskinan, Gimana jadi Presiden RI?

Senin, 23 Januari 2023 | 15:01

Amatan Rocky Gerung, Jokowi Sedang Preteli Kekuasaan Megawati

Minggu, 22 Januari 2023 | 09:17

UPDATE

Pemerintah Tidak Boleh Setengah Hati Penuhi Pangan Masyarakat

Senin, 30 Januari 2023 | 10:35

Daftar 13 Calon Dubes yang Ikuti Fit and Proper Test Pekan Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 10:00

Tanggapi Permintaan Ukraina, Scholz: Kami Sudah Kirim Leopard 2, Masa Masih Minta Jet Tempur?

Senin, 30 Januari 2023 | 09:46

Rabu Jadi Hari Perceraian Jokowi dengan Nasdem?

Senin, 30 Januari 2023 | 09:45

Di Tangan Indonesia, ASEAN Harus Bisa Selesaikan Isu Rohingya

Senin, 30 Januari 2023 | 09:33

Politikus Demokrat: Orang Dalam Istana yang Ingin Jerumuskan Presiden Itu Ya Luhut!

Senin, 30 Januari 2023 | 09:22

Putra Jair Bolsonaro Tolak Desakan Ekstradisi Sang Ayah dari AS

Senin, 30 Januari 2023 | 08:59

Mirip Kasus Ahok, FPI-PA 212-GNPF Serukan Umat Geruduk Kedubes Swedia dan Belanda

Senin, 30 Januari 2023 | 08:48

Tanggapi Masukan dari Tentara Garis Depan, Rusia Tingkatkan Kemampuan Senapan Serbu Kalashnikov AK-12

Senin, 30 Januari 2023 | 08:47

Pelayanan Publik Dapat Rapor Merah, 5 Kepala Daerah di Sumut Layak Mundur

Senin, 30 Januari 2023 | 08:43

Selengkapnya