Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Nusron Wahid/Repro

Politik

Nusron Wahid Sarankan Erick Thohir Cantumkan Stockname di Laporan Keuangan BUMN

SELASA, 06 DESEMBER 2022 | 14:03 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Langkah Menteri BUMN Erick Thohir membuat sistem laporan keuangan terkonsolidasi diapresiasi kalangan wakil rakyat senayan.

Anggota Komisi VI DPR RI, Nusron Wahid mengatakan bahwa upaya Erick sejalan dengan semangat transparansi. Sebab, dengan sistem ini nantinya masalah keuangan dilaporkan dengan disiplin secara periodik dan di sosialisasi kepada publik.

"Sejak Kementerian BUMN berdiri, sejak reformasi tahun 1998; baru kali ini ada aplikasi laporan keungan terkonsolidasi semua BUMN. Sehingga kita bisa mengakses secara real time memonitor perkembangan keuangan," kata pria yang juga Wakil Ketua Umum PBNU ini, Selasa (6/12).


Nusron berpendapat, akan jauh lebih bagus lagi, jika laporan yang terkonsolidasi itu dilengkapi dengan kondisi keluar masuk barang (stock opname) secara real time juga.

Secara teknis, kata Nusron, bukan hanya keuangan saja yang dikonsolidasi, tapi manajemen barang juga.

"Sebab masalah stock kadang ketahuannya justru baru di belakang hari. Kalau ada laporan terkonsolidasi akan ketahuan dan segera bisa diambil langkah-langkah," ujarnya.

Politisi Golkar itu menambahkan, laporan Kementerian BUMN dapat digunakan untuk kepentingan peningkatan transparansi dan profesionalisme pengelolaan BUMN.

Dalam pandangan Nusron, Sistem laporan keuangan terkonsolidasi, bakal memberikan informasi strategis terkait kontribusi BUMN yang menyeluruh. Sehingga, nantinya informasi keuangan bukan hanya dividen tapi total pencatatan laba.

"Bukan hanya dividen yang merupakan laba yang dibagi, tapi laba di tahan juga penting. Laporan ini juga penting untuk menjaga agar rasio-rasio utang terjaga dalam koridor prudent dan invesment grade," ujarnya.

Atas dasar itulah, DPR sangat mendukung langkah Erick Thohir membuat inovasi laporan keuangan. Dengan demikian, ke depan laporan keuangan BUMN dikuatkan dan dilaporkan secara lebih teratur.

"Penguatan laporan keuangan tersebut bukan hanya untuk BUMN secara individu, tapi portofolio BUMN secara menyeluruh," tukasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya