Berita

Dunia

Rusia: Pasar Minyak Global dalam Keadaan Jauh Lebih Baik, Moskow Tidak akan Mengekspornya di Bawah Batas Harga

SENIN, 05 DESEMBER 2022 | 09:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar minyak global saat ini dalam keadaan lebih baik daripada dua bulan lalu. Namun begitu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengingatkan bahwa masih ada banyak ketidakpastian, termasuk karena situasi virus corona di China.

"Kami menekankan hari ini bahwa pasar berada dalam keadaan yang lebih baik daripada dua bulan lalu, meskipun ada banyak ketidakpastian. Secara alami, kami mencatat hal itu. Secara khusus, mereka berasal dari tingkat inflasi yang tinggi di banyak negara, tingkat utang negara yang tinggi, dan kebijakan moneter yang diperketat di banyak negara," katanya.

Novak membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Rossiya-24 pada Minggu, setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) memutuskan untuk mempertahankan produksi pada level saat ini pada pertemuan online pada hari sebelumnya.


Menurut Novak, pertemuan OPEC+ menegaskan kembali keputusan untuk memangkas produksi minyak sebesar dua juta barel per hari mulai November. Keputusan ini diakui sebagai keputusan yang tepat untuk menstabilkan pasar.

Novak kemudian mengungkapkan bahwa Rusia tidak akan mengekspor minyaknya di bawah batas harga yang ditetapkan UE, bahkan jika harus memangkas produksinya.

"Kami akan menjual minyak dan produk minyak ke negara-negara tersebut, yang akan bekerja sama dengan kami pada kondisi pasar, bahkan jika kami harus mengurangi produksi," katanya, seperti dikutip dari TASS.

Pemerintah Rusia sedang mencari mekanisme untuk melarang perdagangan minyak di bawah kondisi pembatasan harga.

"Kami tidak akan menggunakan instrumen yang terkait dengan batasan harga. Kami sekarang sedang mencari mekanisme untuk melarang penggunaan instrumen batasan harga, terlepas dari batasan yang ditetapkan," katanya.

“Kami berpikir bahwa campur tangan seperti itu dapat menyebabkan destabilisasi lebih lanjut, kekurangan sumber daya energi dan pengurangan investasi. Ini dapat diterapkan tidak hanya untuk minyak tetapi juga untuk produk lain di pasar, dan tidak hanya untuk Rusia tetapi juga untuk negara lain,” tambahnya.

Embargo pengiriman minyak Rusia ke negara-negara Uni Eropa melalui laut mulai berlaku pada 5 Desember. Pada Jumat (2/12) , Uni Eropa dan negara-negara industri Kelompok Tujuh, yang meliputi Inggris, Jerman, Italia, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang, setuju untuk menetapkan batas harga 60 dolar AS per barel pada impor minyak Rusia sebagai upaya untuk menghentikan kampanye militer Moskow yang sedang berlangsung.

Kremlin telah menolak batasan harga ini, dengan mengatakan sedang "menganalisis" langkah tersebut.

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris Raya melarang perusahaan mereka menyediakan perusahaan transportasi, keuangan, dan asuransi untuk kapal tanker yang mengirimkan minyak Rusia dengan harga di atas batas harga yang disepakati.

Sebuah sumber yang dekat dengan pembicaraan mengatakan kepada TASS sebelumnya bahwa komite pemantauan OPEC+ akan bertemu pada 1 Februari. Komite pemantauan mencakup delapan dari 23 negara OPEC+, yaitu Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, Aljazair, Venezuela, dan Kazakstan.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya