Berita

Mardiasmo/Net

Politik

KAMMI: Penunjukan Mardiasmo Komut Bank Muamalat Ciderai Semangat Reformasi

MINGGU, 04 DESEMBER 2022 | 22:21 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Penunjukan manta Wakil Menteri Keuangan Kabinet Kerja Mardiasmo sebagai Komisaris Utama (Komut) Bank Muamalat dinilai menciderai semangat  reformasi.

Pandangan itu disampaikan Sekjen PP KAMMI, M. Rijal Wahid Muharram, dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (4/12).

Menurut Rijal, penunjukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa tanggal 29 November 2022 sarat dengan indikasi konflik kepentingan, politik balas jasa.


Rijal mengaku heran, sosok yang menjadi Ketua pansel yang melahirkan orang-orang BPKH, sekarang justru menjadi Komisaris Utama yang notabene ditunjuk oleh orang-orang yang sebelumnya dia pilih.

"Hal ini mencederai semangat reformasi di tubuh Bank Muamalat itu sendiri. Kepercayaan publik menjadi taruhan di tengah harapan besar masyarakat atas perbaikan yang coba dibangun di tubuh Bank Muamalat," kata Rijal.

Ia kemudian mempertanyakan sejauh mana peran dan fungsi Dewan Pengawas BPKH. Sebab, ia menganggap Dewan penagwas BPKH seharusnya bisa menjaga marwah lembaga.

"Mengapa Dewan Pengawas BPKH tidak sensitif terhadap langkah-langkah yang malah menjadi isu negatif di publik," jelas Rijal.

Selain Mardiasmo, penunjukan anggota komisaris lainnya juga mengindikasikan kepentingan tertentu. Yakni, Suwarta, mantan komisaris BJB periode 2016-2018.

Rijak mendapat informasi, Suwarta adalah orang dekat salah satu anggota Dewan Pengawas BPKH.

Ia tidak ingin  pembukaan lowongan posisi Direksi dan Komisaris Bank Muamalat di media massa hanya dianggap sebagai formalitas belaka, untuk melegitimasi penunjukan yang telah direncanakan sebelumnya.

"Seharusnya, etika dan moral perlu dijunjung, apalagi di lembaga keuangan syariah oleh lembaga otoritas yang menangani urusan ibadah haji," pungkas Rijal.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya