Berita

Ilustrasi UMK 2023/RMOLNetwork

Nusantara

Ini Alasan Pengusaha Gresik Usulkan UMK 2023 Tak Naik

KAMIS, 01 DESEMBER 2022 | 17:03 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pembahasan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kabupaten Gresik tahun 2023 masih belum menemukan titik temu antara perwakilan pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Perwakilan pekerja dalam rapat pleno bersama dewan pengupahan mengusulkan UMK Gresik 2023 sebesar Rp 4.948.264. Namun, kalangan pengusaha mengusulkan Rp 4.372.030 alias tidak ada kenaikan. Sedangkan, Pemerintah Kabupaten Gresik mengusulkan Rp 4.685.898.

Menurut Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DPK Gresik, Ichwansyah, pertimbangan UMK 2023 tetap seperti UMK 2022 karena kondisi dunia usaha yang belum pulih.


"Dunia usaha saat ini belum pulih 100 persen pascapandemi Covid-19. Selain itu situasi global sekarang mempengaruhi daya jual perusahaan terutama yang berorientasi ekspor," ujarnya dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (1/12).

“Dari sisi kebijakan, Pemerintah juga belum sempurna dalam memberikan stimulus kemudahan bisnis, ditambah lagi kenaikan BBM tentunya juga mempengaruhi biaya operasional perusahaan sementara harga jual produksi tidak bisa naik,” tuturnya.

Sementara, perwakilan pekerja, Syaifudin mengatakan, sejak awal buruh menginginkan adanya kenaikan UMK 2023 sebesar 10-13 persen dari UMK 2022.

"Usulan kenaikan itu berdasarkan penghitungan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 18 tahun 2022," tegasnya.

Namun bila merujuk pada penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim, sambung Syaifudin, kenaikan UMK 2023 hanya sebesar 7,8 persen.

“Hasil sidang pleno baru diusulkan ke Bupati Gresik, selanjutnya usulannya dinaikan ke Provinsi dan nantinya kebijakan Gubernur lagi yang memutuskan besaran UMK untuk Kabupaten/Kota di Jawa Timur,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya