Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat menjadi keynote speech di acara riview bersama Anti Corruption Summit (ACS)-5 di Universitas Muhammadiyah Surabaya/Ist

Hukum

Ketua KPK Ajak Perguruan Tinggi Tukar Pikiran Rumuskan Kebijakan Antikorupsi Lewat ACS

RABU, 30 NOVEMBER 2022 | 17:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memandang bahwa perguruan tinggi memiliki peran sebagai agent of change dalam melakukan transformasi kultural ke arah kondisi masyarakat yang lebih baik dan lebih maju.

Sebab, pendidikan adalah kunci dalam pembangunan sumber daya manusia berkarakter dan berintegritas. Karena pendidikan, tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan namun ia juga berperan mengubah perilaku individu melalui proses penanaman nilai salah satunya nilai-nilai antikorupsi.

Karena pentingnya pendidikan dalam upaya pemberantasan korupsi, maka KPK menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan melalui berbagai program salah satunya Anti Corruption Summit (ACS).

Demikian antara lain disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri saat menjadi pembicara kunci acara riview bersama Anti Corruption Summit (ACS)-5 bertajuk “Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberantasan Korupsi di Sektor Politik” yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rabu (30/11).

“Anti Corruption Summit (ACS), merupakan kegiatan kolaborasi antara KPK dan perguruan tinggi yang dilaksanakan dua tahun sekali. Kegiatan ini merupakan wadah bagi civitas akademik untuk bertukar pikiran merumuskan rekomendasi kebijakan antikorupsi,” kata Firli.

Firli mengatakan, ACS ini juga sejalan dengan salah satu poin dari trisula pemberantasan korupsi yang digagas oleh KPK, yaitu melalui pendidikan. Firli berpandangan, peran perguruan tinggi dalam melahirkan nilai-nilai integritas dan antikorupsi sekurang-kurangnya dapat dilihat dalam tiga hal.

Yakni, pertama mewujudkan tujuan negara. Kemudian kedua, sebagai penghasil agen agen perubahan yang mampu merancang, mendorong, dan mempelopori sikap jujur serta bertanggung jawab dalam berbagai aspek menuju masyarakat modern. Kemudian ketiga, pencipta dan pendukung ide-ide baru yang progresif dan menjadi penyumbang kemajuan intelektual sosial di masyarakat.

Firli menekankan bahwa perguruan tinggi adalah instrumental untuk mendidik calon pemimpin dan penerus bangsa yang berintegritas.

“Dengan terbangunnya budaya antikorupsi dan integritas yang kuat di kaum muda Indonesia, maka saya yakin peradaban Indonesia semakin maju dan Indonesia dapat mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045,” tekan Firli.

Karena untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara perekonomian terbesar kelima di dunia dengan angka kemiskinan yang nyaris nol, kuncinya, tegas Firli tidak boleh lagi ada korupsi. Karena sejatinya korupsi dibayar oleh kemiskinan.

“Hal ini akan sulit dicapai kalau budaya korupsi masih menjadi bagian dari hal yang biasa, kalau graitifikasi dan suap masih merupakan hal yang lumrah dan menjadi bussines as usual, dan kalau pemilu masih diwarnai dengan politik uang,” ujar Firli.

Untuk itu, Firli menambahkan bahwa KPK terus  menerus menggandeng sekolah dan perguruan tinggi dengan tujuan untuk membina kader-kader dan pejuang antikorupsi yang bisa menjadi agent of change.

Karena Firli menyampaikan bahwa Indonesia akan memasuki selebrasi puncak demokrasi yaitu Pemilu 2024, dimana Firli menekankan pentingnya kaum muda karena menurut survei CSIS, sebanyak 60 persen atau sekitar 190 juta pemilih merupakan kaum muda dengan rentang usia 17-39 tahun.

“Untuk itu, bagi kami tema ini penting dan amat relevan khususnya untuk melibatkan perguruan tinggi dan kaum muda untuk bersama-sama berperan bagi terciptanya pemilu yang jujur, transparan dan berintegritas melalui penulisan reseach papernya,” imbau Firli.

Diakhir, Firli menyampaikan kalau dalam rangkaian kegiatan ACS ini, KPK juga telah lebih dulu menyelenggarakan call for research untuk para akademisi yang dimulai pada awal Juli 2021 lalu.

Dari 158 proposal yang diterima akhirnya 11 naskah penelitian dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia dinyatakan lengkap dan telah masuk ke dalam riview final yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

“Naskah penelitian yang telah terpilih ini akan dipublikasi dalam jurnal integritas KPK tahun 2023,” demikian Firli Bahuri.

Populer

Kabar Duka, Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia

Selasa, 24 Januari 2023 | 22:59

Herman Khaeron Jamin Duet Anies-AHY Mampu Perbaiki Kondisi Negeri

Minggu, 22 Januari 2023 | 05:51

Ini Permintaan Terakhir Lieus Sungkharisma Sebelum Meninggal Dunia

Rabu, 25 Januari 2023 | 00:19

Syahganda Nainggolan: Lieus Sungkharisma Pejuang Tangguh

Selasa, 24 Januari 2023 | 23:19

Sengkarut Pertarungan Trah Soekarno, Lebih Layak Mega atau Guntur?

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:17

Pimpin Jateng 9 Tahun Cuma Berhasil Pangkas 1 Juta Kemiskinan, Gimana jadi Presiden RI?

Senin, 23 Januari 2023 | 15:01

Amatan Rocky Gerung, Jokowi Sedang Preteli Kekuasaan Megawati

Minggu, 22 Januari 2023 | 09:17

UPDATE

PSI Gelar Hajatan HUT ke-8, Presiden Jokowi akan Datang

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:40

Sentil Stafsus Sri Mulyani, Iwan Sumule: Rasio Utang Aljazair Lebih Tinggi, Tapi Bisa Gratis Banyak Hal

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:37

Serangan Udara Hancurkan Konvoi Truk yang Berisi Senjata dari Iran

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:13

Dukungan PKS-Demokrat Bisa Memicu Penjegalan Anies Baswedan Semakin Kencang

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:03

Joe Biden Siap Akhiri Darurat Covid-19 AS pada 11 Mei

Selasa, 31 Januari 2023 | 08:56

Targetkan 75 Persen Suara, Gerindra Kota Bogor Optimistis Menangkan Prabowo pada Pilpres 2024

Selasa, 31 Januari 2023 | 08:53

Tim Kecil Yakin Presiden Jokowi Paham Alasan Surya Paloh Usung Anies

Selasa, 31 Januari 2023 | 08:34

China: Washington Penghasut Utama Krisis Ukraina

Selasa, 31 Januari 2023 | 08:28

Dukungan PKS untuk Anies Disambut Nasdem dengan Sukacita

Selasa, 31 Januari 2023 | 08:23

Philips PHK Enam Ribu Pegawai di Seluruh Dunia

Selasa, 31 Januari 2023 | 08:18

Selengkapnya