Berita

Bacapres Partai Nasdem, Anies Baswedan/RMOL

Publika

Anies, dan Pola Demokrasi di Indonesia

OLEH_ MOCH EKSAN*
MINGGU, 27 NOVEMBER 2022 | 20:55 WIB

ANIES Rasyid Baswedan merupakan tokoh politisi independen yang belum berafiliasi dengan partai politik manapun. Namun, ia dua kali dalam perhelatan elektoral terbesar di DKI Jakarta dan Indonesia diusung oleh partai sebagai calon.

Pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies diusung oleh Gerindra dan PKS. Jumlah kursi partai pengusungnya di parlemen sebanyak 26 kursi dari 106 kursi DPRD DKI Jakarta pada periode 2014-2019.

Sementara itu, pada Pilpres 2024, Anies sudah dideklarasikan oleh Partai NasDem. Sedangkan, Partai Demokrat dan PKS sedang merajut Koalisi Perubahan bersama partai besutan Surya Paloh. Jumlah kursinya total 163 kursi dari 575 kursi DPR RI periode 2019-2024.

Kendati proses kandidasi calon presiden dan kepala daerah merupakan wewenang dari partai politik, beberapa partai di atas mengusung Anies lantaran ia punya popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas yang tinggi dibandingkan dengan kader atau para pimpinan partai yang bersangkutan.

Anies dikehendaki oleh publik untuk mencalonkan diri. Hal itu tercermin dari hasil berbagai survey dan poling di media sosial yang menobatkan sebagai salah satu calon kuat. Terkadang berada pada urutan ketiga dan ada juga yang memenangkan menjadi peringkat teratas dari jejak pendapat nitizen.

Weton Kelahiran

Sebagai kandidat potensial presiden, Anies menjadi sasaran bully dari yang tak menyukainya. Mereka adalah yang terancam kekuasaannya diambil-alih oleh tokoh keturunan Arab Hadramaut ini. Padahal, ia penduduk asli Indonesia yang lahir di Kuningan Jawa Barat, pada Rabu Kliwon, 7 Mei 1969.

Dalam Primbon Jawa, hari kelahiran Anies itu  bernaptu 15. Ini terdiri dari naptu hari Rabu 7, dan naptu pasaran Kliwon 8. Jumlah naptu ini tergolong Weton tinggi di atas 10.

Orang yang lahir di Rabu Kliwon diyakini memiliki sifat Lakuning Srengenge atau layak perilaku Matahari. Memang sifat ini terlihat dari Anies yang berperan laksana Matahari yang menerangi orang lain di sekitarnya.

Biasanya orang yang lahir pada Rabu Kliwon menjadi pemikir sejati dan berjiwa lembut. Orangnya punya pesona pribadi yang menarik perhatian banyak orang.

Selain itu, pada umumnya, orang yang lahir di Rabu Kliwon punya kompetensi bahasa yang alami, serta sensitif terhadap psikologi orang lain.

Nampaknya, ciri umum di atas, tergambar dalam pribadi Anies yang merupakan cendekiawan muslim kenamaan dan masuk 100 tokoh muda yang berpengaruh di dunia. Ia seorang orator ulung yang menyihir otak dan hati para pengikutnya sebagai pemimpin besar Indonesia.

Silsilah Keluarga

Anies adalah generasi ke-5 Baswedan yang berasal dari Yaman. Leluhurnya masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Kakek buyutnya seorang pendakwah Islam yang bernama Syeikh Umar Baswedan. Ia berjasa ikut  berdakwah mengislamkan Pulau Jawa.

Umar Baswedan menikah dengan Noor Bin Salim asal Surabaya. Dari pernikahan kakek nenek buyut Anies ini lahirlah Awad Baswedan. Awad menikah dengan Aliya Binti Abdullah Bin Ahmad Djarhum yang melahirkan Abdurrahman Baswedan atau dikenal AR Baswedan. Seorang jurnalis, diplomat, anggota BPUPKI, Wakil Menteri Penerangan dan pahlawan nasional era Soekarno.

Tak diragukan lagi, Anies adalah cucu pahlawan nasional yang dinilai berjasa dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Anies sendiri putra dari Rasyid Baswedan dan Aliya Rasyid. Sebuah keluarga terpelajar Baswedan yang berprofesi sebagai staf pengajar di UII dan UNY. Mahfudz MD mengakui bahwa bapak ibu Anies adalah seniornya di kampus Yogyakarta.

Arti Sebuah Nama

Sebagaimana namanya Anies yang berasal dari kata "Naas" dalam Bahasa Arab yang berarti teman atau ramah. Prof Dr KH Said Aqiel Siradj memaknai kata Anies dengan orang yang harmonis dengan Tuhan dan sesama manusia.

Bapak ibu Anies tentu memberi nama ini dikandung maksud agar sang penyandang nama menjadi teman yang ramah dan harmonis dengan Tuhan dan sesama manusia.

Rupanya, harapan keluarga Baswedan terhadap Anies terwujud. Anak tertua pasangan Rasyid-Aliya ini menjelma menjadi sosok pribadi santun, serta ucapan, sikap dan tindakannya selalu menjungjung tinggi harmoni sosial.

Dalam memimpin Universitas Paramadina, Kemendikbud dan Propinsi DKI Jakarta, nyaris tak ada kebijakan kontoversial yang memicu konflik sosial. Kepemimpinan Anies dikenal sejuk dan teduh, sehingga relasi kuasa dan sosial dalam birokrasi berdasarkan nilai-nilai persahabatan.

Anies merupakan pribadi yang pintar bergaul. Lingkungan pergaulannya sangat luas di dalam maupun di luar negeri. Ini ditunjang oleh hobi berorganisasinya sejak masih kecil sampai sekarang. Dan, ia selalu terlihat menonjol dengan bakat kepemimpinanannya. Ia selalu menjadi pemimpin di komunitas yang digelutinya.

Talenta Kepemimpinan
Dalam perspektif teori kepemimpinan, Anies secara genetik membawa bakat kepempinanan dari keluarga besarnya. Selain, ia secara sosial ditempa di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang menjadi lahan subur bagi tumbuh kembangnya kemampuan kepemimpinannya.

Kombinasi antara faktor genetik dan sosial inilah yang telah mendorong Anies sukses mengemban tugas kepemimpinan sejak masih di sekolah, di kampus, sampai di masyarakat luas. Ia tercatat pernah menjadi Ketua OSIS seluruh Indonesia pada 1985, Ketua Senat UGM pada 1992, Rektor Universitas Paramadina pada 2007-2014, Gubernur DKI Jakarta pada 2017-2022.

Menariknya, di setiap episode perjalanan kepemimpinannya, Anies selalu menorehkan prestasi dan rekam jejak yang baik. Sehingga, publik banyak mendorongnya untuk maju menjadi calon presiden 2024.

Dorongan maju dari publik, panggilan sejarah Indonesia, serta deklarasi dukungan dari partai politik, dipandang oleh Anies sebagai amanah untuk membayar janji kemerdekaan para pendiri bangsa. Ia menyadari benar. Proses pencalonan presiden adalah jalan terjal yang bisa menghantarkan pada puncak baru, baik dalam sejarah hidupnya maupun sejarah Republik Indonesia.

*Penulis adalah Pendiri Eksan Institute

Populer

Video yang Sebut Ratusan Tentara China Masuk Indonesia Tengah Didalami Aparat

Kamis, 02 Februari 2023 | 22:25

Pimpinan RMOL Bengkulu Ditembak Orang Tidak Dikenal

Jumat, 03 Februari 2023 | 14:18

Cak Nanto Kutuk Keras Penembakan terhadap Mantan Sekjen Pemuda Muhammadiyah

Jumat, 03 Februari 2023 | 14:44

Pakar Hukum: Ganti KPU, Baru Titik Awal Sudah Curang

Selasa, 31 Januari 2023 | 00:40

Menag Yaqut Penuhi Panggilan KPK

Jumat, 27 Januari 2023 | 14:31

Prabowo Subianto Hormat untuk Lieus

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:33

Silaturahmi Rizal Ramli dan Habib Rizieq, Sepakat Minta Elite Hentikan Adu Domba Agama

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:13

UPDATE

Kanada Luncurkan Sanksi Baru untuk Rusia, Moskow Beri Sinyal akan Ada Balasan

Sabtu, 04 Februari 2023 | 07:14

Gara-gara Balon China, Menlu AS Antony Blinken Batalkan Kunjungan ke Beijing

Sabtu, 04 Februari 2023 | 06:55

Mendagri Suleyman Soylu Kecam Dubes AS: Singkirkan Tangan Kotormu dari Turki

Sabtu, 04 Februari 2023 | 06:34

China: Balon yang Terlihat di Atas Wilayah AS Bukan Mata-mata, tapi Pesawat Penelitian yang Nyasar

Sabtu, 04 Februari 2023 | 06:18

Arman Salam: Koalisi Perubahan Rentan Pecah

Sabtu, 04 Februari 2023 | 05:59

Abad Fikih

Sabtu, 04 Februari 2023 | 05:47

Singgung Partai Doyan Impor, PDIP Sindir Nasdem Capresnya Bukan Kader?

Sabtu, 04 Februari 2023 | 04:53

Fokus Ketahanan Pangan, PDIP Dorong Ahli kembangkan Varietas Unggul di Indonesia

Sabtu, 04 Februari 2023 | 04:45

DPR Ingatkan Sandiaga Uno Jamin Keamanan Aplikasi untuk Tarik WNA ke Indonesia

Sabtu, 04 Februari 2023 | 04:30

Daerah Paling Inovatif di Papua, Freddy Thie Ajak Jajarannya Terus Baca Peluang

Sabtu, 04 Februari 2023 | 03:59

Selengkapnya