Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Kepala Pasukan Pertahanan Biologi dan Kimia Rusia, Igor Kirillov menyebut virus yang dimodifikasi oleh AS dapat membunuh 80 persen yang terinfeksi. Virus ini menyebabkan tanda-tanda neurologis yang tidak normal dan kerusakan paru-paru yang signifikan.
"Pengujian antibodi mengungkapkan penurunan 11 kali lipat dalam kapasitas mereka untuk menetralkan virus baru, serta ketidakefektifan vaksinasi saat ini," ujarnya dalam konferensi pers pada Sabtu (26/11), seperti dimuat Anadolu Agency.
Populer
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32
Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22
UPDATE
Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59
Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40
Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27
Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57
Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40
Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01
Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53