Berita

Ferdy Sambo/Net

Politik

Dibantah Ajudannya Sendiri, Sambo Pegang Senpi Jenis HS Sebelum Tembak Brigadir J

SELASA, 22 NOVEMBER 2022 | 13:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Senjata api (senpi) yang dipegang Ferdy Sambo sesaat sebelum mengeksekusi Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat didalami kembali oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke bekas ajudannya, Adzan Romer dalam sidang lanjutan hari ini.

Mulanya, Romer ditunjukkan oleh JPU beberapa jenis senpi berikut pelurunya yang terkait dengan kejadian penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022 lalu.

Dia ditunjukkan senpi laras panjang jenis Steyr AUG dan juga senpi laras pendek glock atau disebut HS oleh JPU.


Setelah itu, Romer dicecar oleh penasihat hukum Ferdy Sambo mengenai jenis senpi yang dia lihat dijatuhkan majikannya saat itu sebelum kejadian penembakan di Duren Tiga.

"Apakah senjata HS itu (yang jadi bukti) yang saudara lihat (jatuh)?" tanya penasihat hukum Ferdy Sambo.

Romer menjawab dengan tegas bahwa apa yang dia lihat saat kejadian saat itu adalah senjata yang sama secara fisik dan jenis, sebagaimana ditunjukkan JPU dalam sidang hari ini.

"Saya tidak tahu (itu barang buktinya atau bukan). Tapi saya pastikan yang jatuh (dalam kejadian di depan rumah dinas Ferdy Sambo) itu (senpi jenis) HS," ujar Romer dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/11).

Merasa tidak puas dengan jawaban Romer, penasihat hukum Sambo kembali mencecarnya dengan menanyakan kembali hal serupa.

"Kenapa saudara bisa pastikan itu HS? Tadi saudara dilihatkan majelis hakim saudara tidak tahu senjata itu yang jatuh atau tidak," cetus penasihat hukum Sambo.

"Saya enggak tahu Pak, karena saya tidak tahu nomornya. Tapi kalau senjata yang jatuh saya bisa bedakan," jawab Romer.

Tak berhenti di situ, penasihat hukum meminta adanya bukti tambahan untuk memperjelas barang bukti senpi yang dihadirkan oleh JPU hari ini kepada Majelis Hakim Sidang.

"Ini sangat penting buat kita, mohon nanti kami harap bawa CCTV," pinta penasihat hukum Sambo.

"Baik. Nanti Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan bersama ahli," sambar Majelis Hakim Sidang menanggapi.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penunutut Umum (JPU) yang dibacakan pada 17 Oktober 2022 lalu disebutkan, kejadian Ferdy Sambo menjatuhkan senjata api jenis HS yang diduga milik Brigadir J, saat turun dari mobil dan hendak masuk ke rumah dinasnya di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022.

Saat kejadian itu, Adzan Romer yang turut mendampingi Ferdy Sambo berinisiatif untuk membantu mengambil senjata api yang dijatuhkan tuannya tersebut, namun dilarang.

Akan tetapi, Ferdy mengklaim senjata yang dijatuhkannya tersebut merupakan milik pribadinya dengan jenis Wilson Combat yang secara kenampakan mirip dengan jenis HS.

Adapun mengemukanya dugaan senjata api yang dijatuhkan Ferdy Sambo adalah berjenis HS dan milik Brigadir J ketika Adzan Romer bersaksi dalam persidangan sebelumnya.

Dia menjelaskan bahwa dirinya melihat mantan Kadiv Propam Polri itu memasukan pistol jenis HS ke saku sebelah kanan celana Pakaian Dinas Lapangan (PDL) yang digunakannya kala itu.

Terkait itu, terdakwa lainnya, Richard Eliezer juga menyampaikan apa yang dia lihat dari Ferdy Sambo di hari h pembunuhan Brigadir J, tepatnya saat sebelum terjadi penembakan.

Sosok yang kerap disebut Bharada E itu mengaku melihat Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan hitam setelah dirinya ke lantai tiga untuk menyerahkan pistol Brigadir J berjenis HS dengan nomor seri H233001.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, pistol jenis HS itu adalah senjata api yang disita oleh Ricky Rizal dari Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo, saat masih berada di Magelang, Jawa Tengah, pada 7 Juli 2022.

Bersamaan dengan penyitaan itu, Ricky Rizal juga mengambil senjata laras panjang jenis Steyr AUG yang biasa digunakan Brigadir J sebagai ajudan istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati. 

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Pidato Berapi-api Jokowi di Rakernas PSI Diramalkan Jadi yang Terakhir

Minggu, 08 Februari 2026 | 02:33

UPDATE

Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 | 19:48

LAMI Minta KPK Usut Proyek Pompanisasi Jakarta

Selasa, 17 Februari 2026 | 19:13

Doa Imlek

Selasa, 17 Februari 2026 | 19:12

RI dan Tujuh Negara Muslim Kutuk Upaya Israel Klaim Tanah Tepi Barat

Selasa, 17 Februari 2026 | 19:10

Rano Kano Pastikan Perayaan Imlek Aman, Nyaman, dan Lancar

Selasa, 17 Februari 2026 | 19:04

Harga Daging di Banda Aceh Tembus Rp200 Ribu per Kg

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:40

5 Makanan Khas Imlek yang Dipercaya Bawa Hoki dan Keberuntungan

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:09

Terlambatkah Jokowi dan Gibran Jadi Tokoh Pro Pemberantasan Korupsi?

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:08

Apa Itu Padusan? Tradisi Mandi Besar Jelang Puasa 2026

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:06

5 Cara Aman Berpuasa Bagi Penderita Asam Lambung

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:00

Selengkapnya