Berita

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bawaslu kota Bogor/RMOLJabar

Politik

Bawaslu Gandeng Ulama di Kota Bogor untuk Bantu Sukseskan Pemilu 2024

SELASA, 22 NOVEMBER 2022 | 06:14 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dan penandatanganan MoU antara Bawaslu dengan MUI Kota Bogor, di Agria Hotel, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Senin (21/11).

Divisi Pencegahan Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (P2HM) Bawaslu Kota Bogor, Ahmad Fathoni mengatakan, di dalam melakukan pengawasan pemilu tentunya tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus melibatkan elemen masyarakat. Salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor.

"Nah, MUI merupakan bagian dari masyarakat. Makanya kami mengajak MUI untuk berpartisipasi aktif untuk mengawasi kegiatan tahapan pemilu," kata Ahmad Fathoni kepada Kantor Berita RMOLJabar.


Kemudian, lanjut Fathoni, adanya MoU ini juga bertujuan Bawaslu bisa menggandeng MUI berkaitan dengan pencerahan kepada masyarakat luas tentang aturan Kepemiluan itu seperti apa, termasuk pengawasannya bagaimana dan lain sebagainya.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan pengawasan itu dalam konteks MUI bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat. Karena sejatinya MUI itu banyak para tokoh sehingga MUI akan berhadapan dengan masyarakat dan tentunya ini akan jadi katalisator dan fasilitator untuk memberikan pencerahan terkait kepemiluan, sehingga bisa berperan aktif menyukseskan pemilu," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kota Bogor, Ade Sarmili mengatakan, memang ulama bagian dari masyarakat dan ulama juga memiliki kompetensi keilmuan untuk bagaimana menjelaskan proses perpolitikan dan perdemokrasian tentang Pemilu di Indonesia. Sehingga ulama wajib dilibatkan.

"Masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam. Maka itu, perlu diberikan pengayaan-pengayaan pemahaman supaya mereka juga memahami apa itu arti demokrasi dan apa itu partai politik," ujarnya.

Kemudian, lanjut Ade Sarmili, jangan sampai desain kenegaraan dari partai politik, dari proses politik demokrasi itu menjadi sebuah hal yang sia-sia.

"Artinya, anggaran yang sudah dianggarkan dan dananya besar kemudian mengorbankan kapital sosial, mengorbankan uang dan seterusnya jangan sampai kemudian ini menjadi sia-sia, maka ulama berkewajiban mengawal sebagai pengawas partisipatifnya masyarakat," imbuhnya.

Mengapa hal itu harus dikawal, masih kata Ade, karena jangan sampai dari proses itu timbul kegamangan, permusuhan, polarisasi yang tidak bisa pernah diurai. Ulama wajib hadir di tengah masyarakat untuk mengurai itu, mengurai permusuhan perbedaan, benang kusut yang hari ini ada untuk kemudian Bawaslu adalah pintu masuk untuk kita mensejahterakan masyarakat.

"Jadi Pemilu adalah alat bagaimana kita masuk pada desain politik dan pada akhirnya memberikan efek sejahtera bagi masyarakat dan warga negara Indonesia. Nah Ulama diikutsertakan di situ, kenapa di kita masih ada pemahaman bahwa Ulama, Kiai, Ajengan menjadi patronase masyarakat," terangnya.

"Jadi mereka patron di warga, patron di masyarakat maka dilibatkan, karena mereka punya jamaah, mereka punya pengikut minimal satu dua Ulama mensejahterakan dan mengedukasi masyarakat bisa menyebarkan luaskan itu kepada yang lainnya," imbuh Ade.

Kemudian, di satu sisi ada juga kejahatan melalui media sosial (medsos) yang sangat luar biasa terjadi hari ini. Bagaimana kemudian Ulama mengantisipasinya kejahatan medsos itu ke tangan warga. Karena tidak bisa diprotek, tidak bisa disensor oleh lembaga manapun,

"Kemudian bagaimana para ulama, kiai dan ajengan ini menerapkan disiplin, agar mereka para jamaahnya, warga dan masyarakat bertanggung jawab pada medsos yang dimilikinya," pungkasnya. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya