Berita

Dunia

China Tolak Usulan Restrukturisasi Utang, Sri Lanka Terancam Gagal Dapat Kredit 2,9 Miliar Dolar AS dari IMF

SENIN, 21 NOVEMBER 2022 | 08:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL.  Sri Lanka terancam kehilangan fasilitas kredit senilai 2,9 miliar dolar dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Direktur Eksekutif Center of Alternatif Kebijakan (BPA), Paikiasothy Saravanamuttu, mengatakan, itu karena China telah menolak usulan restrukturisasi utang.

Jika Tiongkok setuju untuk merestrukturisasi utang, maka IMF akan mengeluarkan 2,9 miliar dolar AS pada Januari atau Februari 2023. Namun, jika Tiongkok tidak setuju, Sri Lanka harus menunggu sampai dewan IMF bertemu lagi pada bulan Maret 2023.  Selama periode ini,  Sri Lanka harus mengeluarkan 850 juta dolar AS untuk membayar kebutuhan pokoknya.


China tidak senang Sri Lanka telah mendekati IMF dan bahkan menawarkan untuk memberikan lebih banyak pinjaman kepada Sri Lanka, kata Saravanamuttu, seperti dikutip dari Latest Ly.

Sri Lanka memiliki volume perputaran utang yang besar (Kebutuhan Pembiayaan Bruto) yang mencapai 37 persen dari PDB pada tahun 2022, yang ingin diturunkan oleh IMF.

Pekan lalu, pejabat Bank Pembangunan China (CDB) berkunjung ke Sri Lanka. Sri Lanka  yang kekurangan uang menggunakan kunjungan tersebut untuk mendorong pembicaraan mengenai restruktur utangnya dengan Beijing. Negara itu berusaha untuk menyelesaikan kesepakatan paket bailout yang sangat dibutuhkan dengan IMF.

Meskipun kunjungan pejabat CDB itu tidak memiliki hubungan langsung dengan restrukturisasi utang, CDB akan melaporkan kembali tujuan Kolombo untuk melakukan Restrukturisasi utangnya dengan China.

Berbicara kepada wartawan dan Aktivis Masyarakat Sipil pada lokakarya yang diadakan di Kandy baru-baru ini, Saravanamuttu menyinggung soal situasi Si Lanka yang berada dalam carut marut politik yang membawa negara itu dalam krisis ekonomi. Ia berkata bahwa warga negara ini tidak boleh hanya menyalahkan politisi atas kekacauan yang dialami negara.

"Masyarakat itu sendiri yang menempatkan mereka di sana, memberi mereka kekuasaan dan membiarkan mereka menyalahgunakannya," katanya.

Dia menegaskan kembali bahwa rakyat memiliki tanggung jawab besar untuk membuat situasi menjadi lebih baik.

"Rakyat telah menyingkirkan Rajapaksa namun tidak tahu bagaimana memulihkan kekayaan negara yang dijarah atau jenis pemerintahan seperti apa yang seharusnya dimiliki negara," tegasnya.

Sejak Juni, Kebutuhan dan Prioritas Kemanusiaan (HNP) telah menanggapi permintaan pemerintah untuk dukungan multi-sektor yang didukung PBB untuk utang Sri Lanka dan kekurangan makanan dan obat-obatan.

HNP, selaras dengan permohonan dari badan-badan PBB lainnya telah mengumpulkan  79 juta dolar AS untuk Sri Lanka.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:18

BPKH Harus Diperkuat demi Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12

Maroko dan Prancis Perkuat Kemitraan, 11 Perjanjian Baru Disepakati

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:02

Halaqah Pra-Muktamar Bahas Arah Kepemimpinan NU di Abad Kedua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:02

Catatan Akhir Pekan Saham MD Entertainment: Terkoreksi, tapi Magnetnya Belum Pudar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00

Cara Nonton Final Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:49

Nelayan Pulau Panggang Kesulitan BBM

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:30

Sektor Teknologi dan Energi Topang Reli Indeks Kompas100 Sepekan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:14

Enam Titik Penginapan Siap Tampung Ribuan Peserta Muktamar NU

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:01

Selengkapnya