Berita

Ketua Umum PP Muhammadiyah terpilih Prof Haedar Nashir (kiri) dan Sekum Prof Abdul Mu'ti di arena Muktamar 48 Muhammadiyah/RMOL

Politik

PAN: Berhasil di Masa Krisis, Kepemimpinan Haedar Nashir-Abdul Mu'ti Tepat Kembali Pimpin Muhammadiyah

MINGGU, 20 NOVEMBER 2022 | 15:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Prof. Haedar Nashir terpilih kembali sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Prof. Abdul Mu'ti sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah untuk masa khidmad 2022-2027. Artinya, paket kepemimpinan Haedar Nashir-Abdul Mu'ti akan kembali memimpin Muhammadiyah lima tahun mendatang.

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Haedar Nashir yang terpilih dalam Muktamar ke 48 Muhammadiyah secara kekeluargaan dan demokratis.

"PAN mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Prof. Haedar Nashir sebagai Ketua Umum dan Prof. Abdul Mu'ti sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah melalui proses yang demokratis penuh suasana kekeluargaan ditunjang teknologi E-Voting di Muktamar ke 48," kata Eddy di Jakarta Minggu (20/11).


Menurutnya, atas kemenangan ini Muhammadiyah telah membuktikan  Pancasila dalam perbuatan dengan aplikasi sila ke 4 melalui proses yang demokratis, musyawarah dan ditunjang kemajuan teknologi E-Voting.

Di bawah kepemimpinan Prof Haedar Nashir-Abdul Mu'ti, Muhammadiyah telah membuktikan peran strategisnya di masa krisis dengan menggerakkan segenap sumber daya untuk membantu masyarakat menghadapi Pandemi Covid-19

"Di sisi kesehatan, RS Muhammadiyah bergerak paling depan membantu masyarakat. Dari sisi pemulihan ekonomi, amal usaha Muhammadiyah mendampingi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini meyakini periode kedua kepemimpinan Prof. Haedar Nashir-Abdul Mu'ti akan merefleksikan tema Muktamar 48 yaitu Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta

"Saat ini Muhammadiyah sedang mendirikan sekolah di Australia dan berencana membeli gereja di Spanyol. Sebuah capaian amal usaha yang melampaui batas-batas negara. Inilah sebenar-benarnya wujud dari rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

"Kami yakin dengan kepemimpinan Prof Haedar dan Prof Mu'ti, Muhammadiyah akan menjaga prinsipnya sebagai gerakan moral yang modern dan moderat khususnya menghadapi agenda strategis Pemilu 2024 nanti,” imbuhnya.

Eddy menegaskan dukungan penuh partainya untuk Haedar Nashir dan segenap jajaran Pengurus Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027. Apalagi, PAN adalah partai yang dilahirkan dari rahim Muhammadiyah.

"PAN siap berbagi peran untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta,” demikian Eddy.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya