Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Capres Lain Belum Diumumkan Karena Belum Temukan Figur Vote Getter

JUMAT, 18 NOVEMBER 2022 | 17:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar-PPP-PAN, Koalisi Indonesia Raya (KIR) Gerindra-PKB, lalu PDIP yang belum juga mengusung bakal capres-cawapres untuk Pilpres 2024 dinilai wajar.

Pasalnya, mereka masih mencari tokoh atau figur untuk menandingi mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diusung Partai Nasdem dengan rencana koalisi bersama Demokrat dan PKS.

Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu di Jakarta, Jumat (18/11).


“Koalisi yang sudah terbentuk dan belum mendeklarasikan Capres, kemungkinan memang tidak ada tokoh menonjol yang bisa diandalkan untuk galang suara vote getter,” kata Dedi Kurnia.

Tak hanya itu, Dedi juga menilai bahwa KIB,KIR, hingga PDIP belum mengusung capres-cawapres karena adanya kekhawatiran jika sejak dini dikenalkan pada publik, maka serangan terhadap tokoh itu akan menguat, termasuk kritik yang akan membongkar citra buruk kandidat.

“Artinya, koalisi tang belum umumkan capres, memang belum menemukan tokoh yang layak dipromosikan,” katanya.

Berbeda dengan Anies, kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, meskipun sudah dideklarasikan lebih awal tetapi tidak tergerus elektabilitasnya oleh serangan-serangan politik menjelang Pemilu 2024.

Justru dalam setiap kunjungannya ke beberapa daerah, warga sangat antusias menyambut kedatangannya. Seperti halnya di Medan, Yogyakarta, hingga Solo.

“Anies ini menarik, ia bahkan jauh lebih cepat dideklarasikan saat jabatan gubernur belum hilang, dan ini memantik gelombang koalisi lain, bukan karena kritik pada Anies, tetapi Anies menjadi lebih siap menghadapi pertarungan karena sejak awal telah membaca gelagat rival,” tuturnya.

“Anies jauh lebih berpeluang memenangi kontestasi di banding tokoh lain, tentu dengan syarat jika tidak ada halangan terusung,” demikian Dedi Kurnia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya