Berita

Xu Yanjun/Net

Dunia

Dituduh Jadi Mata-mata, Warga China Divonis 20 Tahun Penjara oleh AS

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 18:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hukuman 20 tahun penjara resmi dijatuhkan pengadilan Amerika Serikat (AS) kepada seorang warga negara China bernama Xu Yanjun pada Rabu (16/11), atas tuduhan spionase ekonomi dan pencurian rahasia dagang.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Kehakiman menyebut awalnya jaksa penuntut meminta hukuman 25 tahun penjara untuk Xu, sebagai upaya pencegahan pada tindakan kejahatan serupa.

Namun pengacara Xu kemudian mengajukan pembelaan dengan menyebut hukuman itu akan melebihi hukuman yang pernah diberikan pada pelaku dan kejahatan yang sama sebelumnya.


Jaksa Agung AS Merrick Garland menegaskan hukuman yang diberikan kepada Xu adalah tekad Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki dan menuntut upaya pemerintah China, atau kekuatan asing mana pun yang mengancam ekonomi nasionalnya.

Dimuat AFP, Xu adalah mata-mata Tiongkok pertama yang diekstradisi ke AS untuk diadili dan dihukum pada November 2021 oleh juri federal atas tuduhan berkonspirasi dan mencoba melakukan spionase ekonomi serta pencurian rahasia dagang.

Pria asal China yang berusia 42 tahun ini diduga menggunakan identitas dan perusahaan samaran untuk menargetkan beberapa perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan AS, termasuk GE Aviation, sebuah unit dari General Electric pada 2013 hingga 2018.

Pada 2018, Xu ditahan di Belgia setelah penyelidikan yang dilakukan oleh Biro Investigasi Federal (FBI).

Tahun lalu, Kementerian Luar Negeri China dengan tegas menyatakan Xu tidak bersalah dan menyebut tuduhan itu palsu.

Sementara AS telah lama menunjukkan kewaspadaanya dengan China yang dinilai kerap menimbulkan ancaman jangka panjang terbesar bagi keamanan ekonomi dan teknologi nasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya