Berita

Anggota DPD RI Fahira Idris/Net

Politik

BPOM Didesak Lakukan Evaluasi Besar-besaran

RABU, 16 NOVEMBER 2022 | 02:28 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

BPOM diminta melakukan pembenahan total, khususnya berkaitan dengan upaya konsolidasi memuluskan proses penguasaan terhadap DKI Jakarta.
Saat ini, BPOM melakukan pengujian dan penarikan produk-produk yang diduga tercemar EG dan DEG dan serta mendorong Polri melakukan investigasi yang komprehensif terkait kasus ini.

Bagi Anggota DPD RI Fahira Idris, peredaran sirup yang mengandung EG dan DEG melebihi ambang batas aman adalah persoalan serius karena menyangkut keselamatan anak bangsa.

Oleh karena itu, peristiwa ini harus menjadi momentum pembenahan besar-besaran dan audit menyeluruh sistem dalam pengawasan obat.

Oleh karena itu, peristiwa ini harus menjadi momentum pembenahan besar-besaran dan audit menyeluruh sistem dalam pengawasan obat.

"Langkah awal pembenahan ini adalah Pemerintah dan Polri melakukan penyelidikan yang komprehensif dan tuntas terhadap kasus ini dan pihak-pihak yang lalai harus bertanggung jawab penuh terutama dihadapan hukum,” ujar Fahira Idris , Selasa (15/11).
 
Menurut Fahira, penyelidikan yang komprehensif terhadap kasus ini menjadi penting. Selain akan menjadi dasar pembenahan menyeluruh sistem dalam pengawasan obat juga menjadi prasyarat agar peristiwa seperti ini tidak pernah terulang di masa mendatang.

Ia juga meminta proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan proporsional agar publik bisa ikut mengawasi.
 
Sementara proses penyelidikan berlangsung, BPOM diminta terus melakukan investigasi dan intensifikasi pengawasan melalui inspeksi, sampling, pengujian serta pemeriksaan produk obat dan industri farmasi terkait dengan sirup obat yang menggunakan bahan baku pelarut Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol dan produk jadi mengandung cemaran Etilen EG dan DEG melebihi ambang batas aman. 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya