Berita

Ilustrasi/RMOLNetwork

Nusantara

Sumenep Butuh Puluhan Ribu Personel Penyelenggara pada Pemilu 2024

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 08:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 di Sumenep, Madura, Jawa Timur, membutuhkan tenaga puluhan ribu personel penyelenggara. Setidaknya butuh 23.192 personel dari tingkat kabupaten hingga TPS agar Pemilu 2024 berjalan lancar.

"Jumlah ini meliputi penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga di tempat pemungutan suara (TPS)," ucap Ketua Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Rafiqi, Senin (14/11).

Rinciannya, penyelenggara di tingkat kecamatan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebanyak 135 orang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) 1.002 orang, dan penyelenggara di masing-masing TPS oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 17.150 orang.


Lanjut Rafiqi, jumlah TPS di Kabupaten Sumenep untuk pemungutan suara pada Pemilu 2024 sebanyak 2.450 TPS yang tersebar di 334 desa dan kelurahan di 27 kecamatan.

Masing-masing TPS membutuhkan sebanyak 7 orang penyelenggara. Sehingga jumlah total kebutuhan tenaga penyelenggara sebanyak 17.150 orang.

"Jumlah ini, belum termasuk tenaga Linmas. Masing-masing dua personel untuk masing-masing TPS," imbuhnya.

Dengan demikian, kebutuhan personel Linmas sebanyak 4.900 orang. Sehingga total jumlah personel yang dibutuhkan di masing-masing TPS sebanyak 22.050 orang.

"Jadi, total keseluruhan penyelenggara pemilu yang dibutuhkan di Kabupaten Sumenep untuk Pemilu 2022 sebanyak 23.192 orang, termasuk 5 orang penyelenggara di tingkat kabupaten atau anggota KPU Sumenep," tandasnya.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya