Berita

Wanita yang dituduh membunuh buah hatinya, duduk di atas mobil saat dia meninggalkan kantor polisi Ulsan Jungbu di Korea Selatan/ Foto: AP

Dunia

Korsel Segera Ekstradisi Wanita Pelaku Pembunuhan Dua Anak dalam Koper ke Selandia Baru

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 08:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wanita pelaku pembunuhan dua anak yang mayatnya ditemukan di dalam koper di Selandia Baru Agustus lalu, akan segera diekstradisi pihak Korea Selatan ke negara asalnya.

Hal itu menyusul keputusan Menteri Kehakiman Korea Selatan Han Dong-hoon pada Senin (14/11), setelah pada Jumat pekan lalu Pengadilan Tinggi Seoul menyetujui ekstradisi wanita berusia 42 tahun kelahiran Korea Selatan dan berkewarganegaraan Selandia Baru itu.

Yonhap
melaporkan, wanita dan barang bukti yang disita darinya akan diserahkan ke Selandia Baru dalam waktu kurang dari 30 hari setelah berkonsultasi dengan pengadilan dan otoritas negara Pasifik Selatan tersebut.


Publik Selandia Baru digegerkan oleh penemuan dua  mayat dalam koper di loker penyimpanan pada Agustus lalu.

Mayat kedua anak itu diyakini telah disimpan dalam koper itu selama sekitar empat tahun sebelum ditemukan pada Agustus oleh sebuah keluarga yang memenangkan lelang unit penyimpanan.

Tersangka. wanita asal Korea Selatan yang tidak disebutkan namanyha itu dihubungi oleh perusahaan penyimpanan pada Oktober lalu setelah ia tidak menyetorkan pembayaran penyewaan loker. Dalam waktu tertentu, perusahaan akan melelang loker-loker yang diabaikan.

Tersangka ditangkap di Ulsan yang berjarak sekitar 307 kilometer tenggara Seoul, pada pertengahan September setelah polisi setempat melacaknya atas permintaan polisi Selandia Baru.

Jenazah kedua anak yang diyakini telah dibunuh pada tahun 2018 masing-masing berusia 7 dan 10 tahun, ditemukan pada 11 Agustus di dalam koper yang dibeli oleh seorang penduduk Auckland, Selandia Baru, di sebuah pelelangan.

Polisi Selandia Baru kemudian meluncurkan perburuan setelah menganggap wanita itu sebagai ibu dari dua anak dan tersangka pembunuhan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya