Berita

Ketua Umum Partai Demokrat AHY saat melantik Ketua DPC se-Jatim di Kota Batu/RMOLJatim

Politik

Incar Suara Generasi Milenial pada Pilkada Serentak 2024, Kader Demokrat Dituntut Lebih Rasional dan Kreatif

SENIN, 14 NOVEMBER 2022 | 08:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ada pendekatan berbeda yang akan dilakukan Partai Demokrat untuk menghadapi Pilkada Serentak 2024. Terutama karena Demokrat mengincar suara milenial yang bisa membantu mereka meraih target pada 2024.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat melantik 38 Ketua DPC Partai Demokrat seluruh Jawa Timur (Jatim) di salah satu hotel di Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (13/11).

AHY mengatakan, menghadapi Pilkada Serentak 2024, Partai Demokrat bakal melakukan pendekatan kontemporer dan lebih melakukan pendekatan dari hati dalam meraup suara generasi milenial dan generasi Z.


"Tadi sudah disampaikan, untuk 38 Ketua DPC yang baru, agar tidak sampai salah membaca pola komunikasi dan pendekatan terhadap Generasi Milenial dan Generasi Z," ujar AHY, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Menurut dia, saat ini tidak ada  yang memiliki pendekatan yang kreatif serta rasional di Jatim terhadap pemilih generasi muda.

"Para pemilih dari generasi muda itu pemikirannya rasional. Sehingga ini sangat berpeluang buat para Caleg, yang nantinya akan mendapat pembangunan narasi selama kampanye, tentunya yang juga berpihak pada nasib dan masa depan anak-anak muda," paparnya.

"Selain itu, pemilih muda ini  banyak yang belum memiliki afiliasi terhadap partai politik tertentu, atau tokoh politik tertentu. Harapannya, kami dapat meraup 15 persen dari generasi muda," imbuh putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Lebih jauh, dia menjelaskan, Jawa Timur merupakan wilayah yang sangat potensial,  karena mesin pertumbuhan elektabilitas dan jumlah penduduk yang cukup banyak.

"Dengan adanya peningkatan 0,5 saja, bisa mendongkrak suara. Terlebih bisa menambah 1 persen. Intinya, yang terpenting adalah kita tidak boleh merasa cepat puas, tapi juga tidak boleh tidak percaya diri," ulasnya

Untuk itu, AHY meminta seluruh kader untuk lebih percaya diri, harus yakin dengan arah perjuangan partai. Namun harus tetap rendah hati, karena untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat juga harus dengan simpati yang dibangun dengan hati dan perasaan.

Bahkan, dia mengatakan, pembahasan lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan, transformasi digital, UMKM termasuk isu-isu demokrasi yang ada, bisa dijadikan untuk melakukan pendekatan.

"Saya menekankan, secara masif untuk melakukan pendekatan dengan cara pembahasan lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan, transformasi digital, UMKM termasuk isu-isu demokrasi yang ada," terang AHY.

Disinggung mengenai koalisi untuk menghadapi Pemilu serentak 2024 nanti, AHY mengakui bahwa Partai Demokrat secara intens membangun komunikasi dengan Partai Nasdem dan PKS. Baik dari tingkat Ketum, hingga jajaran yang secara teknis menaungi berbagai peluang dengan meningkatkan visi dan kebersamaan.

"Koalisinya tidak sesederhana itu, ada take and give dan harus sesuai dengan visinya. Kami juga tidak tergesa-gesa untuk melaksanakan deklarasi, karena koalisi yang dibangun tentunya menginginkan kemenangan demi perubahan dan perbaikan dengan rakyat," jelasnya.

"Soal chemistry makin baik, dan kami masih berproses dalam koalisi ini. Untuk pasangan juga masih menjadi agenda utama yang terus dibahas. Tiga partai tidak gegabah dalam hal ini dan pasangan harus menang dengan baik," pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya