Berita

Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam KTT ASEAN ke 40 dan 41 di Kamboja/Net

Politik

Jokowi Serukan Tiga Cara untuk Capai Kesatuan dan Sentralitas ASEAN

SABTU, 12 NOVEMBER 2022 | 10:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Berbagai macam tantangan yang dihadapi ASEAN saat ini akan mampu terselesaikan dengan baik jika organisasi kawasan Asia Tenggara itu mampu memperkuat persatuan dan sentralitasnya.

Begitulah yang disampaikan Presiden Joko Widodo selama Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN Ke 40 dan 41 di Phnom Penh, Kamboja pada Jumat (11/11).

Melalui paparan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam konferensi persnya, Presiden menyampaikan sejumlah usulan dalam sesi planery tentang bagaimana ASEAN di masa depan.


Retno menyebut Jokowi telah mengidentifikasi sejumlah tantangan berat yang dihadapi ASEAN baik dari dalam maupun luar kawasan.
"Secara eksternal ASEAN harus mampu menavigasi rivalitas kekuatan besar yang semakin menajam," ujarnya.  

"Secara internal, ASEAN harus tetap relevan  menjaga kepatuhan terhadap piagam ASEAN, dan mengatasi krisis di Myanmar," tambah Retno.

Menurut Jokowi, sejumlah tantangan itu dapat diatasi dengan baik jika kesatuan dan sentralitas ASEAN dapat diperkuat.

"Untuk menghadapi tantangan tersebut, kesatuan dan sentralitas ASEAN adalah kunci. Ini harus dimaknai secara konkrit dan bukan semata-mata menjadi mantra kosong," ungkap Retno.

Dalam hal ini, kata Retno,  Jokowi memberikan tiga cara yang dapat ditempuh ASEAN untuk mencapai kesatuan dan sentralitas yang diharapkan.

Pertama, Piagam ASEAN harus dijalankan secara seutuhnya dan tidak boleh tebang pilih.

Kedua, kapasitas dan efektivitas kelembagaan harus diperkuat dalam jangka panjang yaitu 20 tahun ke depan.

"ASEAN di tahun 2045 harus lebih adaptif, responsif dan berdaya saing," tegasnya.

Ketiga, peran ASEAN untuk mewujudkan kawasan yang tangguh harus diperkuat.

"ASEAN harus mampu membangun ketahanan pangan dan energi, kemandirian kesehatan da stabilitas keuangan kawasan dan ASEAN harus menjadi agenda setter dalam memajukan prioritas-prioritas tersebut," jelas Retno.

KTT ASEAN ke 40 dan 41 berlangsung di bawah kepresidenan Kamboja yang dimulai pada 10 hingga 13 November mendatang.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya