Berita

Elite PKS, Nasdem dna Demokrat saat bertemu di sebuah acara/Net

Politik

Deklarasi 10 November Tidak jadi, Bukan Berarti Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS Batal

SABTU, 12 NOVEMBER 2022 | 05:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Batalnya deklarasi koalisi Nasdem-Demokrat-PKS pada 10 November 2022 tampaknya hanya karena Demokrat dan PKS belum siap.

Majelis Syura PKS dan Majelis Tinggi Partai Demokrat memang belum memutuskan  terkait koalisi dan pasangan capres yang akan di usung.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga berpendapat, Partai Demokrat dan PKS harus menuggu keputusan tersebut. Analisa Jamiluddin, tanpa keputusan mereka, tentu belum dimungkinkan bagi  Demokrat dan PKS akan mendeklarasikan koalisi bersama Nasdem.


"Jadi, tidak jadinya deklarasi koalisi pada 10 November 2022 jangan diartikan adanya pembatalan," demikian kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/11).

Dalam pandangan Jamiluddin, sejak awal memang belum ada kesepakatan ketiga partai untuk mendeklarasikan pada tanggal tersebut. Tanggal tersebut hanya usulan Nasdem, yang belum disetujui Demokrat dan PKS.

Namun demikian, melihat dari intensnya tim kecil dari Nasdem-Demokrat-PKS bertemu,  koalisi tiga partai itu hanya tinggal menunggu waktu saja.

Ia menilai, tiga partai itu tampaknya akan mendeklarasikan berkoalisi setelah semua persiapan dianggap sudah matang.

Mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini memprediksi tiga partai itu akan mendeklarasikan berkoalisi pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023.

"Ketiga partai pada saat itu tampaknya sudah siap untuk berkoalisi, termasuk visi, misi, program, dan strategi pemenangannya," pungkas Jamiluddn.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya