Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo/Net

Publika

Sisa Waktu 2 Tahun, Jokowi Presiden yang Dikenang?

SELASA, 08 NOVEMBER 2022 | 09:23 WIB | OLEH: BEATHOR SURYADI

APA ingin dikenang sebagai penimbun utang besar, proyek infrastruktur gagal dan mangkrak, atau dikenang sebagai pelayan publik?

Di Solo, Jokowi dikenang karena memindahkan pasar rakyat tanpa bentrokan, bahkan kepala Satpol PP-nya seorang wanita berhati lembut.

Saat di DKI, Jokowi merombak model loket di kelurahan menjadi suasana ruang tamu di perkantoran bank.


Periode pertama di Istana Presiden, Jokowi punya nawacita yang dibanggakan wong cilik kaum marhaen, negara hadir dalam perkara rakyat.

Saat ini, akankah Jokowi dikenang atas tragedi polisi tembak polisi di rumah polisi Sambo, atau dikenang tewasnya penonton bola massal di Kanjuruhan, Kota Malang, Jawa Timur.

Atau Jokowi dikenang sebagai presiden pelindung mafia, di era Jokowi banyak bandit, dan para koruptor?

Terobosan Jokowi yang Gagal

Sudah 3 kali ganti Kapolri, tetapi mafia segala urusan semakin banyak, malah aparat polisi menjadi mafia kasus dan tambang.

2 kali ganti Menteri ATR/BPN, target tangkap beking kasus tanah belum ada yang berhasil. Kasus mangkrak semakin menumpuk, kasus lama tidak selesai, maka kasus baru ikut menumpuk.

Ada kasus 60 tahun, 40 tahun, 30 tahun dan akan terus berlama-lama tidak terselesaikan.

Pak Jenderal berkumis itu 100 hari kerjanya belum nampak trobosannya, diharap mengganti birokrat busuk, malah hanya mengganti seragam kerja kementeriannya.

Seharusnya Pak Hadi, Menteri ATR/BPN, untuk mencapai target presiden adalah membenahi.

Personel birokratnya, mengganti pejabat lama yang menyebabkan Sofyan Djalil gagal dalam capaian kerja, menggantinya dengan wajah baru yang pres tanpa beban kerja aparat lama, membenahi aturan kementerian, terutama Permen 6/2013 Pasal 12 keterbukaan tentang Warkah.

Jokowi dan 4 Menko

Ternyata para Menteri Koordinasi itu memiliki hak pecut terhadap Kementerian yang ada dibawanya, sehingga Menko Mahfud tiap hari bikin seruan di video atas kinerja kementerian yang kurang baik, Mahfud tidak punya hak menonaktifkan pejabat nakal yang ada dalam wewenangnya.

Menko PMK lain lagi, menteri yang nakal dia serahkan ke KPK maka tertangkaplah Mensos kasus bansos waktu itu. Hal serupa juga terjadi pada Menteri KKP yang oleh Menkonya di-OTT KPK di Bandara Soetta.

Yang luar biasa Menko Marves, yang semua kementerian di bawah wewenangnya belum bermasalah dengan hukum, tapi justru Menkonya pernah ke Polda Metro Jaya dan (kasus) PCR-nya ke KPK.

2 tahun menjelang akhir Jokowi di istana, apakah dia akan berfokus kembali pada pelayanan publik, terutama bagi warga yang mencari keadilan yang lahan tanahnya justru dirampas oleh pelaku bisnis ekonomi sahabat Presiden Jokowi itu sendiri?

Baik kejadian di perkebunan, pertambangan, maupun pengembang perumahan, adakah keberanian Jokowi untuk menertibkan para sahabatnya tersebut untuk mengembalikan lahan tanah warga yang mereka rampas atau membayarnya dengan harga layak?

Kesan inilah yang akan jadi kenangan bagi warga pencari keadilan.

Salam juang.

Penasihat Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI)

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya