Berita

Makam komandan front perlawanan Afghanistan, Ahmad Shah Massoud yang dirusak/Net

Dunia

Makam Tokoh Front Perlawanan Dirusak, Pasukan Taliban Menolak Bertanggung Jawab

SENIN, 07 NOVEMBER 2022 | 22:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Laporan aksi perusakan pada makam komandan front anti-Taliban di lembah Panjshir, Ahmad Shah Massoud, pada akhir pekan lalu, memicu banyak reaksi di seluruh Afghanistan.

Terlebih sehari setelahnya, Minggu (6/11), untuk pertama kalinya Taliban dengan bangga mengungkap lokasi keberadaan makam pendiri organisasi mereka yakni Mullah Omar, yang telah dirahasiakan demi keamanan selama sembilan tahun.

Melalui gambar-gambar yang beredar di media sosial, terlihat jika nisan Massoud yang baru dipugar itu kembali dinodai dengan dihancurkan dan puing-puingnya berserakan di lantai.


Mantan kepala Dewan Tertinggi untuk Rekonsiliasi Nasional pemerintah, Abdullah Abdullah, sangat marah dengan tindakan vandalime tersebut dan menyebut pelakunya sebagai penjahat yang tidak bertanggung jawab.

Dimuat ANI News, makam Massoud diketahui dibangun dengan granit dan marmer, menghadap ke Lembah Panjshir yang indah dan dijaga oleh tentara Taliban sejak berkuasa kembali pada Agustus tahun lalu.

Sepanjang tahun kemarin, banyak tersebar video yang memperlihatkan tentara Taliban yang menari dan menginjak-injak makam Ahmad Shah Massoud.

Menanggapi kemarahan dan protes publik, Taliban mengklaim telah merestrukturisasi makam Massoud, tetapi laporan terbaru menunjukkan bahwa makam itu sekali lagi dirusak.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan pasukan Taliban tidak bertanggung jawab atas penghancuran batu nisan Ahmad Shah Massoud.

"Tidak ada yang berhak menghina orang mati. Sebelumnya kami telah menghukum mereka yang melakukan tindakan seperti itu. Ini akan diselidiki juga dan tindakan yang diperlukan akan diambil," tegasnya.

Kepala informasi dan budaya provinsi Panjshir, Nasrullah Malakzada menunjukkan sebuh video yang memperlihatkan jika makam Massoud baik-baik saja.

Namun saat diminta wartawan untuk mengunjungi kuburan itu secara langsung, Malakzada menolaknya.

Ahmad Shah Massoud adalah salah satu pemimpin utama perlawanan anti-Soviet Afghanistan pada 1980-an dan dibunuh pada 9 September 2001, atas perintah Taliban dan Al-Qaeda.

Ketika Taliban mengambil Kabul pada tahun 1996, Presiden Burhanuddin Rabbani dan Menteri Pertahanan Ahmad Shah Massoud dan sekutu mereka mundur ke Afghanistan utara.

Mereka membangun front persatuan pasukan anti-Taliban di Lembah Panjshir dan melancarkan perlawanan.

Setelah 20 tahun, Taliban merebut kembali Kabul hampir seluruh Afghanistan kecuali Panjshir.

Taliban yang telah menguasai seluruh Afghanistan, namun hingga kini masih harus menghadapi perlawanan keras dari provinsi Panjshir.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya