Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di acara Club de Madrid sesi VI di Bertelsmann Representation, Unter den Linden, Berlin, Jerman/Net

Politik

Di Hadapan Tokoh Dunia, AHY Beri Tiga Catatan Cegah Krisis di Masa Depan

RABU, 02 NOVEMBER 2022 | 10:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tantangan dunia ke depan akan semakin berat. Ancaman perang hingga krisis energi dan perubahan iklim telah siap mengadang di depan mata.
Demikian pokok uraian Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di hadapan para mantan pemimpin negara dunia saat mendapat kesempatan berbicara di hadapan sejumlah tokoh dunia dalam acara Club de Madrid sesi VI di Bertelsmann Representation, Unter den Linden, Berlin, Jerman.

Menurutnya, spektrum ancaman terbilang luas, mulai dari perang di Ukraina, geopolitik dan keamanan internasional, krisis energi, perubahan iklim, komitmen net-zero, krisis pangan global, krisis utang, hingga peran lembaga multilateral yang semakin berkurang. AHY mengingatkan bahwa tidak ada cara ajaib untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Hanya saja, putra pertama Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memiliki tiga catatan penting untuk bisa menjadi bekal diri dalam mencegah krisis terjadi di masa depan. Pertama, tidak boleh menunggu sampai krisis dimulai untuk bisa melakukan sesuatu.

Hanya saja, putra pertama Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memiliki tiga catatan penting untuk bisa menjadi bekal diri dalam mencegah krisis terjadi di masa depan. Pertama, tidak boleh menunggu sampai krisis dimulai untuk bisa melakukan sesuatu.

"Di dunia yang penuh ketidakpastian, pencegahan, dan kesiapsiagaan akan menjadi semakin penting,” katanya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima wartawan, Rabu (2/11)

Kedua, kata AHY,  adalah tidak bisa mengandalkan teknologi semata untuk mencegah terjadinya krisis, Namun, harus adanya faktor manusia, seperti kepemimpinan dan karakter pemimpin, akan menjadi faktor penentu.

"Manusia lah yang harus membuat pilihan sulit untuk mengakhiri perang dan konflik, mengutamakan agenda iklim, beralih ke energi terbarukan, mereformasi bisnis dan pemerintahan, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Ketiga, lanjut AHY, semua negara dan aktor global perlu sepenuhnya beradaptasi dengan dinamika global. Pertukaran ide, kolaborasi dan kemitraan perlu lebih ditingkatkan.

“Kita tidak membutuhkan institusi atau lanskap global yang sama sekali baru. Kita hanya perlu menimbang kembali urgensi untuk bekerja sama, menempatkan perspektif baru di mana semua aktor global, aktor negara dan non-negara, dapat bersatu dalam menjalankan tujuan bersama dalam mengatasi tantangan global,” katanya.

Hadir dalam forum diskusi tersebut antara lain, Danilo Türk President of CdM and President of Slovenia (2007-2012), Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, President of Bolivia (2001-2002) Jorge Fernando Quiroga, President of Mexico Felipe Calderón (2006-2012), President of Poland (1995 – 2005) Aleksander Kwaśniewski, dan President of Mali (2014-2015) Moussa Mara. Sementara hadir secara virtual Prime Minister of the United Kingdom (2007-2010) Gordon Brown.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya