Berita

Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina Sunaryo/Repro

Politik

Sunaryo: Pilihan Demokrasi adalah Membuat Kemanusiaan Lebih Baik

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 17:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Demokrasi di Indonesia dianggap tidak mengedepankan norma-norma humanisme, yang seharusnya dapat membentuk peradaban manusia baru.

Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina Sunaryo berpendapat bahwa peradaban umat manusia tujuannya adalah membuat kehidupan yang lebih baik. Salah satu ukurannya untuk membuat lebih baik itu dapat dilakukan dengan cara mengubah perspektif manusia ihwal demokrasi.

"Bahwa payung dari pilihan kita terhadap demokrasi adalah kemanusiaan bahwa itu bisa membuat kemanusiaan kita lebih baik,” kata Sunaryo dalam acara diskusi Universitas Paramadina bertemakan Demokrasi Indonesia Tanpa Humanisme?, Selasa (1/11).


Menurutnya, apa yang dinikmati masyarakat saat ini telah dianggap masih kurang. Argumentasi Sunaryo, selam ini tidak adanya sistem yang sempurna dari apa yang telah diupayakan manusia.

"Ketika itu ada kekurangan, di situ kita melakukan perbaikan,” imbuhnya.

Sunaryo mengurai, para filsuf tidak terlalu suka dengan demokrasi, tetapi kemudian masyarakat melihat di antara banyak sistem yang ada sistem demokrasi memiliki risiko yang lebih kecil.

Ia kemudian sempat menyinggung aristokrasi. Dimana, prinsip dari aritokrasi tadi ternyata juga punya kelemahan, yaitu pada kasus kelompok-kelompok yang dianggap tidak beruntung, sulit untuk bersaing.

Penjelasannya, kata Sunaryo, orang miskin tidak bisa sekolah atau kemampuan seseorang yang terbatas. Kondisi itu, tambah Sunaryo, membuat situasi mengarah pada perbaikan terhadap prinsip aristokrasi.

"Jadi kalau ditanya apa hubungannya jadi semacam payung untuk kita untuk melihat arah peradaban kita kemanusiaan kita lebih baik,” tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya