Berita

Jaya Suprana dalam acara diskusi publik Universitas Paramadina, bertema Demokrasi Indonesia Tanpa Humanisme?/Repro

Politik

Jaya Suprana: Dengan Jihad Al Nafs, Peradaban Demokrasi Indonesia Lebih Humanis

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 13:06 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Demokrasi yang humanis bisa didapatkan dengan cara mengendalikan hawa nafsu diri terhadap berbagai masalah yang tengah di hadapi negara.

Menurut Jaya Suprana, dalam politik tidak ada kategori masuk surga atau negara, yang ada manusia masuk neraka atau surga. Demokrasi harus dibangun dengan pribadi-pribadi manusia yang mampu berjihad dalam kebenaran.

"Menurut saya, manusianya itu build in di dalam demokrasi, atau demokrasi di dalam build in di anu manusia, itu sebetulnya ada dan tidak ada, bisa jadi perdebatan yaitu dengan jihad al nafs,” kata Jaya Suprana dalam acara diskusi publik Universitas Paramadina, bertema Demokrasi Indonesia Tanpa Humanisme?, Selasa (1/11).


Jaya Suprana menuturkan bahwa masyarakat Indonesia bisa membentuk peradaban yang luar biasa indah dengan berbagai kultur yang dimiliki bangsa ini.

“Saya enggak bicara etika tapi saya bicara estetika. Estetika enggak kalah penting ketimbang etika, etika itu cara kita, tapi tujuannya estetik. Kalau enggak estetika enggak indah baiknya jangan, walaupun kita bisa berdebat juga tentang estetika. Kita enggak ada habisnya,” ucapnya.

Dia menegaskan bahwa untuk menjadikan peradaban demokrasi di Indonesia lebih humanis, seharusnya setiap manusia di Indonesia bisa berjuang dengan dirinya sendiri.

"Ini ada andaikatamologi. Saya tidak berani berdebat tapi saya bisa tawarkan yaitu tadi jihad annafsi. Untuk membentuk peradaban bukan hanya demokrasi bukan hanya kemanusiaan tapi terhadap diri,” tutupnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya