Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Kaji Penyebab Gangguan Ginjal Akut, Pemprov Jabar Bentuk Gugus Tugas

KAMIS, 27 OKTOBER 2022 | 01:35 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penyebab munculnya kasus gangguan ginjal akut yang menyerang anak-anak menjadi kajian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya telah bertemu secara langsung dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk membahas fenomena gangguan ginjal akut ini.

"Jadi terus sedang dikaji sumber utamanya, tapi dugaan terhadap obat buat anak-anak itu salah satu suspek utama," kata Ridwan Kamil, Rabu (26/10).


Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, terdapat 33 kasus gangguan ginjal akut. Dari jumlah tersebut, 16 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil memastikan, dari data tersebut mayoritas yang terkena gangguan ginjal akut adalah anak-anak. Sehingga untuk mengetahuinya penyebab utamanya menunggu informasi dari Menkes.

"Karena kan ini mayoritasnya kepada anak-anak. Tapi saya menunggu informasi ilmiah dari pak menteri, sepakat tadi malam supaya nanti apa yang disampaikannya sama," imbuhnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Di samping itu, Kang Emil menambahkan, Pemprov Jabar juga saat ini telah membentuk gugus tugas sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait gangguan ginjal akut.

"Teknisnya sekarang sedang membuat gugus tugas untuk merespons itu. Mengedukasi, menyiapkan obat, dan memastikan korban tidak bertambah," tandasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya