Berita

Kebakaran di Gunung Kilimanjaro, Tanzania pada Jumat (21/10)/Net

Dunia

Gunung Tertinggi di Afrika Terbakar, Tanzania Kerahkan Lebih dari 600 Damkar

SENIN, 24 OKTOBER 2022 | 10:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lebih dari 600 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan pihak berwenang Tanzania setelah api menyambar pohon-pohon di Gunung Kilimanjaro, gunung tertinggi di Afrika pada Minggu (23/10).

Komisaris Regional Kilimanjaro, Nurdin Babu mengungkapkan jika kebakaran telah terjadi pada Jumat malam (21/10), di ketinggian sekitar 4.000 meter di sisi selatan gunung dan dengan cepat menyebar oleh angin kencang.

Pada Sabtu sore (22/10), Babu dan timya terbang di atas gunung untuk survei udara dan menilai kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran. Tetapi misi itu terhenti karena asap tebal dan cuaca buruk.


"Kami melakukan upaya lain pada Sabtu malam dan berhasil melihat daerah yang terkena dampak, tidak ada korban yang dilaporkan," ungkapnya seperti dimuat Xinhua.  

Babu menjelaskan jika ratusan pemadam kebarakan yang dikerahkan tersebut berasal dari Pasukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tanzania, Taman Nasional Tanzania, polisi, pramuka, anggota milisi dan sektor swasta.

"Kami berharap api dapat dipadamkan malam ini oleh 600 lebih tim pemadam kebakaran yang kuat," ujarnya.

Komisaris menceritakan jika awalnya mereka akan meminta Pasukan Pertahanan Rakyat Tanzania (TPDF) untuk membantu memadamkan api. Tapi rencana itu batal setelah laporan menunjukkan bahwa api dapat dipadamkan.

Meski begitu, sejauh ini pihak Babu belum bisa menentukan penyebab pasti kebakaran serta kerugian yang ditimbulkan dari bencana tersebut.

Kebakaran di gunung Kilimanjaro bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya pada Oktober 2020, api melalap habis 95,5 kilometer persegi vegetasi dan 12 gubuk, dua toilet serta peralatan surya untuk pendaki gunung.

Gunung Kilimanjaro merupakan salah satu tujuan wisata terkemuka di Tanzania. Puncaknya yang tertutup salju dengan ketinggian sekitar 5.895 meter di atas permukaan laut membuat puluhan ribu trekker dari seluruh dunia berusaha mencapai puncak setiap tahunya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya