Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Khawatir Ancaman China Makin Nyata, Laksamana Senior: AS Harus Bersiap Lindungi Taiwan dari Sekarang

JUMAT, 21 OKTOBER 2022 | 11:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kekhawatiran Amerika Serikat atas pontensi invasi China di Taiwan diperkirakan meningkat seiring dengan ambisi Xi Jinping yang ingin menyatukan kembali negara kepulauan demokratis itu dengan pemerintah komunisnya.

Sebagai upaya preventif yang bisa dilakukan saat ini, kepala operasi angkatan laut AS, Laksamana Michael Gilday meminta Washington untuk mulai mempersiapkan diri dalam menghadapi skenario terburuk dari Beijing.

"Bukan hanya apa yang dikatakan Presiden China, tetapi bagaimana mereka berperilaku dan apa yang mereka lakukan. Xi Jinping mungkin jauh lebih siap dari yang diperkirakan sebelumnya untuk merebut Taiwan," kata Gilday seperti dimuat The Defense Post pada Kamis (20/10).


Bukan tanpa alasan, imbauan Gilday untuk AS merupakan hasil pertimbangan dan kekhawatiran yang merujuk pada janji Xi untuk menguasai Taiwan pada 2027 mendatang.

"Apa yang telah kita lihat selama 20 tahun terakhir adalah bahwa mereka telah memenuhi setiap janji yang telah mereka buat lebih awal dari yang mereka katakan akan mereka tepati," jelasnya.

"Jadi ketika kita berbicara tentang target 2027 dalam pikiran saya, itu pasti dimulai 2022 atau berpotensi juga di tahun 2023,” tambah Gilday.

Taiwan memang bukan sekutu perjanjian AS, tetapi negara itu terikat untuk hukum untuk terus menjual senjata pertahanan ke Taipei agar dapat melindungi diri dari tindakan agresif Beijing.

Sikap Beijing yang telah lama menginginkan penyatuan Taiwan secara damai kian berubah ke arah tindakan keras sejak Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengunjungi negara kepulauan tersebut beberapa bulan yang lalu.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya