Berita

Potret anak-anak di Haiti/Net

Dunia

Blokade Geng Terus Berlanjut, PBB Sebut Warga Haiti dalam Kondisi Rawan Pangan Akut

SABTU, 15 OKTOBER 2022 | 11:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Bencana kelaparan yang menimpa Haiti terjadi setelah kelompok geng anti pemerintah memblokade bahan bakar dan sumber air minum nasional.

Koordinator Kemanusiaan dan Penduduk PBB di Haiti, Ulrika Richardson, menyatakan kekerasan geng telah memutus ibukota dari penghasil makanan di negara bagian selatan. Hal tersebut membuat kondisi rawan pangan semakin meningkat.

"Totalnya 4,7 juta orang atau hampir setengah dari populasi Haiti mengalami kerawanan pangan akut tingkat tinggi. Sementara itu, 20 persen rumah tangga atau sekitar 19.200 orang di Cite Soleil, menderita kelaparan," ujarnya seperti dimuat US News pada Sabtu (15/10).


Kepala HAM Haiti, Nada Al-Nashif menyatakan tak hanya soal keterbatasan pangan, tindakan geng Haiti semakin meresahkan karena tak segan melakukan tindakan amoral yang melanggar hukum dan kemanusiaan.

"Para geng menggunakan kekerasan seksual untuk menanamkan rasa takut. Jumlah kasus yang meningkat dari hari ke hari membuat krisis kemanusiaan dan HAM di Haiti menjadi semakin dalam," ungkapnya.

Sejauh ini, seruan bantuan internasional dari Perdana Menteri Ariel Henry yang disiarkan pekan lalu, memperoleh respon yang cukup baik dari PBB.

Khususnya dari badan pembangunan AS (USAID) yang menyatakan telah mengirim Tim Tanggap Bantuan Bencana ke Haiti pada Jumat (14/10).

Tim tersebut dikerahkan untuk membantu Haiti menghadapi bencana kelaparan dengan menghadirkan berbagai tenaga ahli dan spesialis untuk penyakit menular, ahli gizi, dan ahli logistik.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya