Berita

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg/Net

Dunia

Soroti Pernyataan Stoltenberg, Pengamat China: NATO Takut Terlihat Lemah di Depan Rusia

KAMIS, 13 OKTOBER 2022 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pengamat di China ikut menyoroti pernyataan terbaru Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg yang mengatakan pada Selasa (10/10) bahwa kemenangan Rusia akan menjadi kekalahan NATO.

Menurut para pengamat, itu seolah-olah menunjukkan bahwa Stoltenberg membuat janji dan bahkan ingin mobilisasi perang dengan tujuan bahwa Rusia harus dikalahkan.

Pada konferensi pers menjelang pertemuan para Menteri Pertahanan NATO,  Stoltenberg mengatakan, "Jika Putin menang, itu bukan hanya kekalahan besar bagi Ukraina, tetapi itu akan menjadi kekalahan dan berbahaya bagi kita semua, karena itu akan membuat dunia lebih berbahaya."


Dia juga mencatat bahwa pertemuan berikut akan membahas dukungan masa depan NATO ke Ukraina, termasuk senjata mematikan, artileri, kendaraan lapis baja, sistem pertahanan udara dan banyak senjata anti-tank lainnya, dan juga mengumumkan bahwa NATO akan mengadakan latihan pencegahan nuklir tahunan reguler minggu depan.

Menurut pengamat, makna tersembunyi dalam pernyataan itu meninggalkan kesan seolah-olah NATO siap mengirim pasukannya ke medan perang untuk memastikan Rusia akan dikalahkan, bahkan jika balasannya adalah mengubah benua menjadi reruntuhan.

NATO bahkan tidak mempertimbangkan untuk menerima keanggotaan Ukraina lewat jalur cepat. Baik pihak AS maupun Stoltenberg tidak menjawab dengan "ya" yang jelas dan langsung. Ini memperjelas bahwa NATO tidak siap untuk konfrontasi langsung dengan Rusia. Lalu bagaimana caranya untuk menang? Dengan mengeksploitasi Ukraina tentunya.

Pengamat mengatakan Stoltenberg sebenarnya mengirim pesan ke Ukraina - maju terus, NATO mendukung Anda.

NATO tidak membantu Ukraina, tetapi memimpin negara itu menuju penghancuran diri, catat para pengamat.

Tepat setelah Jembatan Kerch, yang menghubungkan Semenanjung Krimea dengan daratan Rusia, dilanda ledakan mematikan, dilanjutkan dengan pembalasan Rusia yang membombardir beberapa wilayah Ukraina, NATO seperti tidak sabar untuk menambahkan bahan bakar ke dalam api.

"Berkat Stoltenberg dan golongannya, ada sedikit ruang di NATO untuk suara-suara yang relatif rasional dan moderat. Mereka telah mempersempit pilihan mereka dalam konflik, sampai hanya ada satu jalan tersisa; semakin memanaskan ketegangan," kata Shen Yi, seorang profesor di Universitas Fudan kepada media China Global Times.

Sementara itu, ada juga yang merasakan "ketakutan" dalam pernyataan Stoltenberg - takut terlihat lemah jika NATO tidak bertepuk tangan di depan Rusia.

Para pengamat menilai, ketika Stoltenberg mengatakan latihan nuklir "adalah cara terbaik untuk mencegah eskalasi," dia berusaha keras untuk menunjukkan bahwa moral NATO sedang naik daun.

"Perang akan diperpanjang dan diperbesar di masa mendatang, karena semakin sulit untuk melihat solusi diplomatik dan politik," menurut Global Times.

Pengamat mengatakan, konflik Rusia-Ukraina pada dasarnya ditentukan oleh kontradiksi antara Rusia dan AS. Jika kontradiksi struktural di antara mereka tetap tidak berubah, permusuhan tanpa kompromi akan terus berlanjut.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya