Berita

Uji publik PKPU tentang Badan Ad Hoc Penyelenggara Pemilu Serentak 2024/RMOL

Politik

Cegah Peristiwa Ratusan KPPS Meninggal Berulang, Perludem Sarankan Usia Maksimal 55 Tahun

RABU, 12 OKTOBER 2022 | 20:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Batas usia maksimal Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu Serentak 2024 diharapkan diatur dengan baik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), agar tidak terjadi peristiwa nahas meninggalnya ratusan KPPS pada Pemilu Serentak 2019.

Harapan tersebut disampaikan Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Kahfi Adlan Hafiz, dalam uji publik Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Badan Ad Hoc Penyelenggara Pemilu Serentak 2024 di KantorKPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/10).

"Tentu sudah bisa ada upaya untuk kemudian memitigasi terjadinya kembali kejadian 2019 lalu ketika banyak sekali anggota KPPS yang meninggal dunia," ujar Kahfi.


Atas kejadian Pemilu Serentak 2019 lalu yang tercatat ada 894 KPPS meninggal dunia, menurut Kahfi, harus merujuk pada pertimbangan kesehatan dari para petugas yang akan bekerja.

"Tadi sudah diskusi KPU dengan Kemenkes. Dan ternyata sarannya 55 (tahun) batas umurnya bukan 50 tahun bahkan. Tapi tentu Kemenkes punya otoritas menentukan terkait batas usia 55 tahun," urainya.

Pada intinya, lanjut Kahfi, Perludem dalam hal ini hanya bisa mewanti-wanti KPU RI untuk tidak mengulang peristiwa kelam 2019 silam.

"Ini sih perlu ada mitigasi ketika misalnya yang bersedia banyak yang di atas 55 tahun terutama di kabupaten kota, ya apakah KPU mesti koordinasi atau minta saran kepada NGO lokal terhadap rancanagan PKPU-nya," demikian Kahfi menambahkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya