Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bahas Aneksasi Empat Wilayah Ukraina, PBB Tolak Saran Rusia untuk Gelar Voting Rahasia

SELASA, 11 OKTOBER 2022 | 11:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seruan Rusia untuk melakukan pemungutan suara rahasia di sidang Majelis Umum PBB, mendapat penolakan dari mayoritas suara yang akhirnya memutuskan menggelar voting secara publik.

Badan internasional yang beranggotakan 193 negara tersebut tengah berembuk untuk memutuskan apakah resolusi yang mengutuk langkah aneksasi Moskow di empat wilayah Ukraina akan dilakukan secara publik atau rahasia.

Rusia berpendapat bahwa pemungutan suara rahasia sangat diperlukan karena lobi Barat yang kuat di PBB, akan menyulitkan negaranya untuk mengungkapkan hasil voting secara terbuka.


Hasilnya diumumkan pada Senin (10/10), dengan 107 suara setuju agar voting resolusi dilakukan secara publik, 13 menentang, 39 negara lainnya abstain dan negara-negara yang tersisa tidak memilih.

Sementara pengambilan suara untuk resolusi aneksasi akan dilakukan pada Rabu (12/10) mendatang.

Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kembali mendesak masyarakat internasional untuk terus mendukung Ukraina dan bersama menolak aneksasi Rusia.

"Sekarang adalah waktunya untuk berbicara mendukung Ukraina. Ini bukan waktunya untuk abstain, kata-kata menenangkan, atau dalih di bawah klaim netralitas. Prinsip-prinsip inti Piagam PBB dipertaruhkan," kata Blinken seperti dimuat Reuters.

Di Dewan Keamanan PBB, Rusia juga memveto resolusi serupa bulan lalu. Langkah-langkah Kremlin di PBB sama persis dengan yang pernah mereka lakukan saat aneksasi Krimea pada 2014.

Rusia telah menggelar referendum untuk menyatukan empat wilayah Ukraina, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia sebagai bagian dari Kremlin setelah berhasil diduduki selama perang.

Hasil referendum tersebut dinilai Ukraina dan sekutu Barat sebagai tindakan ilegal dan dengan tegas menolak untuk mengakui pencaplokan Rusia.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya