Berita

Perdana Menteri Haiti Ariel Henry/Net

Dunia

Geng Pemberontak Blokade Sumber Air Minum dan BBM, PM Haiti Minta Bantuan Internasional

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 18:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tindak kejahatan dan kekerasan yang marak dilakukan kelompok-kelompok pemberontak di Haiti semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, kumpulan geng tersebut mulai memblokade layanan publik vital, seperti bahan bakar dan sumber air, yang baru-baru ini terjadi.

Perdana Menteri Haiti Ariel Henry pada Rabu (5/10) mendesak bantuan internasional untuk menangani para geng kejahatan, karena blokade tersebut telah membuat warganya kekurangan banyak pasokan energi dan air untuk konsumsi.

"Saya meminta seluruh komunitas internasional, semua negara yang berteman dengan Haiti, untuk berdiri bersama kami dan membantu kami memerangi krisis kemanusiaan ini," kata Henry dalam pidato yang disiarkan televisi seperti dimuat Swiss Info.


Henry menyatakan selama seminggu terakhir,  pihaknya telah berwenang mengkonfirmasi adanya wabah kolera. Disinyalir penyebaran penyakit itu semakin luas karena kekurangan air, warga terpaksa meminum air yang sudah terkontaminasi.

"Kami ingin air minum dan obat-obatan. Wabah kolera mulai menjangkit warga kami. Kami ingin agar pabrik-pabrik yang memproduksi air minum mulai bekerja kembali. Kami membutuhkan dokter dan perawat dan kami membutuhkam bahan bakar untuk mencapai rumah sakit," ujarnya.

Blokade bahan bakar dimulai tak lama setelah pengumuman pemerintah pada 11 September menyatakan subsidi bahan bakar akan dipotong. Kebijakan itu memicu kemarahan di antara warga Haiti yang sudah sangat menderita dengan harga BBM yang meroket.

Geng-geng Haiti yang marah dengan keputusan pemerintah, melakukan aksi pemblokiran di pintu masuk ke terminal bahan bakar Varreux. Hal itu semakin memperparah krisis kemanusiaan di Haiti, yang membuat semua sektor kehidupan warga menjadi lumpuh dan penyakit lebih mudah tersebar.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya