Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ukraina Resmi Jadi Calon Anggota OECD Setelah Raih Persetujuan 38 Suara

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 13:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keinginan Ukraina untuk bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperoleh angin segar, setelah pengajuan calon anggota telah disetujui oleh mayoritas dalam forum.

"Terdapat 38 anggota OECD yang memutuskan untuk mengakui Ukraina sebagai calon anggota, menyusul permintaan dari Kyiv," ujar Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann seperti dimuat US News pada Rabu (5/10).

Cormann menjelaskan bahwa proses masuknya keanggotaan baru akan sulit dan memakan waktu yang lama karena OECD perlu mempertimbangkan beberapa standar dan kriteria yang harus dipenuhi Ukraina.  


"Prosedur aksesi ini rumit dan bisa memakan waktu lama dengan calon anggota yang diminta untuk menunjukkan atau membawa kebijakan mereka ke standar OECD di bidang-bidang seperti tindakan anti-penyuapan, pajak, lingkungan dan statistik," jelasnya.

Setelah aksesi awal keanggotaan diberikan, lanjut Cormann, negara-negara anggota OECD akan mempertimbangkan untuk membuka diskusi dan menyiapkan rancangan peta jalan bagi Ukraina.

"Mendapatkan akses ke organisasi dianggap sebagai pengakuan bahwa ekonomi suatu negara telah mencapai tingkat yang setara dengan negara maju dan industri lainnya yang menjadi anggotanya," kata Cormann.

Meski begitu, Sekjen OECD telah berkomitmen untuk tetap mendukung Ukraina dan rakyatnya melalui rekonstruksi dan pemulihan negara, sambil berharap bahwa perdamaian dan stabilitas dapat cepat hadir di Kyiv.

Tak hanya Ukraina yang ingin menjadi anggota OECD, musuhnya dalam perang yakni Rusia juga pernah mengajukan diri masuk ke dalam keanggotaan.

Namun aksesi itu ditangguhkan sejak Kremlin merebut wilayah Krimea pada 2014. Tahun ini, OECD resmi menutup proses pengajuan anggota sejak invasi ke Kyiv diluncurkan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya