Berita

Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara peluncuran "Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas", di Gedung Smesco, Jakarta Pusat, Senin (3/10)

Politik

Presiden Jokowi Apresiasi Perusahaan Besar Libatkan UMKM dalam Rantai Pasok Produk

SELASA, 04 OKTOBER 2022 | 14:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Joko Widodo mengapresiasi sejumlah perusahaan yang memasukkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam rantai pasok. Termasuk juga perusahaan yang melakukan pembinaan dan pelatihan agar pelaku UMKM dapat naik kelas.

Apresiasi itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri acara peluncuran "Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas", di Gedung Smesco, Jakarta Pusat, Senin (3/10).

Pada kesempatan itu, kepala negara berharap para perusahaan besar dan UMKM dapat berkolaborasi untuk menghadapi tantangan global dalam meningkatkan nilai ekonomis produk.


"Seperti madu, biasanya dimasukkan ke botol dan dijual di pasar. Namun dengan packaging yang bagus dan branding produk yang baik maka bisa menaikkan harga jual berkali-kali lipat. Hal-hal dan sentuhan kecil seperti itu yang diharapkan," ujar Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengunjungi beberapa booth dan berdialog dengan mitra binaan perusahaan. Salah satunya booth Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas yang membina petani madu dan kopi untuk berkembang.

Jokowi pun mengapresiasi bahwa langkah pembinaan yang dilakukan perusahaan secara nyata berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Saleh Husin selaku Managing Director Sinar Mas menuturkan, saat ini pelaku UMKM membutuhkan adanya kemitraan dengan perusahaan. Pendampingan yang diperlukan tidak hanya pada sisi produksi tetapi juga pendampingan pada akses pasar.

Sehingga, dengan kualitas bagus dan kemasan yang menarik, maka pelaku UMKM akan mendapatkan nilai tambah.

Dijelasakan Saleh, dalam hal pengemasan dan branding yang baik akan memberikan nilai tambah terhadap produk milik UMKM. Hal ini akan membuat harga jual pun terkerek naik, dengan sendirinya berdampak pada peningkatan omzet dan skala bisnis.

"Mereka di Jambi itu produksinya sudah 38 ton/bulan, dijual kalau tanpa kemasan baik Rp 30 ribu tetapi dengan pengemasan yang baik itu dijual Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu jadi nilai jual per bulannya bisa mencapai Rp 200 juta," ungkapnya.

Selain madu, lanjutnya, dia juga membina produsen jahe, kopi dan banyak lainnya. Selama ini, pihaknya sudah punya program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang sudah berjalan.

"Kami berharap kedepannya beberapa produk binaan malah akan diekspor ke negara tetangga, misal Singapura atau Malaysia," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya