Berita

Pembukaan 5th Asian Congress on Biotechnology (ACB) 2022 di Bali pada 3 hingga 5 Oktober 2022/Net

Nusantara

Di Bali, UI Jadi Tuan Rumah Kongres Komunitas Bioteknologi Asia

SELASA, 04 OKTOBER 2022 | 08:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pandemi Covid-19 telah menyadarkan kita tentang pentingnya berkolaborasi. Dalam hal ini, bioteknologi menjadi bidang yang sangat diperlukan.

Untuk itu, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menjadi tuan rumah Kongres Komunitas Bioteknologi Asia atau 5th Asian Congress on Biotechnology (ACB) 2022 pada 3 hingga 5 Oktober 2022. Kongres ini juga digelar bersama dengan symposium internasional tahunan FTUI, the 7th International Symposium on Biomedical Engineering (ISBE).  

Kongres sendiri dilaksanakan setelah tiga tahun vakum karena pandemi. Selama kongres, 294 makalah dari 909 peserta yang berasal dari 17 negara dipresentasikan.


Sebanyak 61 orang pembicara dari 18 negara juga turut berbagi pengalaman dan pengetahuan pada 50 sesi yang diselenggarakan secara hibrid di Bali.

Delegasi dari 19 negara berkumpul di Bali untuk membahas perkembangan bioteknologi, dengan tujuan mendukung pemulihan masyarakat dunia, khususnya Asia, yang terdampak pandemi Covid-19.

Terdapat 15 topik yang menjadi fokus, antara lain Bioteknologi Pertanian dan Pangan,  Mikrobiologi Terapan, Nanobioteknologi, Biosensor, dan Biochip, Bioproses dan Bioseparasi, Bioteknologi Lingkungan, Rekayasa Jaringan dan Biomaterial, hingga Bioenergi dan Biorefinery.

"Belajar dari pengalaman kita menghadapi pandemi Covid-19, kita dapat melihat betapa pentingnya kolaborasi antar negara terutama di bidang bioteknologi. Hal-hal seperti pengembangan rapid test, pengembangan vaksin dan lainnya, perlu dilakukan secara bersama untuk ke depannya dapat membantu pemulihan masa pandemi dan pasca pandemi. Hal ini sejalan dengan tema G20, Recover Together, Recover Stronger," ujar Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro dalam sambutannya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh FTUI bekerja sama dengan the Asian Federation of Biotechnology, the European Federation of Biotechnology, Indonesian Biotechnology Consortium, dan Universitas Udayana.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya