Berita

Presiden Joko Widodo saat menghadiri peluncuran "Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas"/Net

Politik

Bertemu Pembudidaya Madu Hutan, Jokowi: Jangan Sampai Perusahaan Pabriknya Besar, tapi Lingkungan Sekitarnya Miskin

SENIN, 03 OKTOBER 2022 | 22:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi Indonesia terutama berkaitan dengan kondisi fiskal. Hal ini, seiring dengan dinamisnya situasi global saat pandemi Covid-19 perlahan pulih.

Presiden Joko Widodo saat menghadiri peluncuran "Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas" menyampaikan, perlahan perekonomian Indonesia bergerak pada tren positif.

"Pada kuartal II mampu tumbuh sebesar 5,44 persen, dan saya meyakini di kuartal ketiga masih bisa tumbuh di atas angka tersebut," ujar Jokowi di Gedung Smesco, Jakarta Pusat, Senin (3/10).


Dikatakan Jokowi, kunci utama agar optimisme itu tercapai adalah semua harus kompak, bersinergi, dan memiliki perasaan yang sama. Pasalnya, semua orang saat ini menghadapi sebuah tantangan yang tidak mudah.

"Perlu yang namanya Indonesia incorporated. Yang besar, yang menengah, yang kecil, semuanya bekerjasama dan berkolaborasi menyelesaikan persoalan secara konkret dan nyata,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jokowi menyempatkan bertemu dengan pembudidaya madu hutan dari Jambi, binaan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Dia mengemukakan pentingnya keterlibatan korporasi dalam bina lingkungan.

“Jangan sampai perusahaan besar ada di suatu daerah, pabriknya terlihat besar, namun lingkungan sekitarnya miskin. Pemerintah tidak mungkin melakukan itu sendirian, yang bisa dan cepat adalah jika ada gerakan kemitraan," terangnya.

Dia juga menjabarkan soal nilai ekonomis madu yang biasanya dimasukkan botol dan dijual di pasar. Menurutnya, dengan packaging yang bagus dan branding produk yang baik, dapat menaikkan harga jual berkali-kali lipat.

"Sentuhan seperti itu yang diharapkan. Jika bisa, bukan hanya dipasarkan ke pasar lokal atau domestik, namun juga dibawa ke pasar ekspor,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya