Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin bersama pemimpin empat wilayah yang menyatakan diri ingin bergabung dengan Rusia, setelah upacara aksesi pada Jumat 30 September 2022/Net

Dunia

Putin Resmi Teken Aksesi Empat Wilayah, AS Langsung Hajar Rusia dengan Sanksi Lebih Berat

SABTU, 01 OKTOBER 2022 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia kembali dihantam sanksi berat Amerika Serikat setelah Presiden Vladimir Putin menandatangani aksesi empat wilayah yang menyatakan ingin bergabung dengan Rusia.

Washington juga memperingatkan bahwa mereka akan memberi sanksi kepada siapa pun di luar Rusia yang berupaya memberikan dukungan politik atau ekonomi untuk aksesi  yang diklaim.

Dalam pengumuman hari Jumat (30/9), Departemen Keuangan mengatakan telah menunjuk 14 orang di lingkungan industri militer Rusia, anggota keluarga pejabat senior Rusia, 278 anggota legislatif Rusia, dan tiga pemimpin senior di sektor keuangan Rusia.


“Kami tidak akan berdiam diri saat Putin dengan curang mencoba mencaplok bagian-bagian Ukraina," kata Menteri Keuangan Janet Yellen, seperti dikutip dari AFP.

"Departemen Keuangan dan pemerintah AS mengambil tindakan besar hari ini untuk semakin melemahkan industri militer Rusia yang sudah terdegradasi dan melemahkan kemampuannya untuk mengobarkan perang ilegal,” ujarnya.

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan juga menunjuk 109 anggota Duma Negara tambahan, 169 anggota Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia, dan Elvira Sakhipzadovna Nabiullina, gubernur bank sentral Rusia, ke dalam sanksi.

Sebuah perusahaan China juga ikut terkena sanksi untuk apa yang dikatakan Departemen Keuangan mendukung perusahaan pengadaan pertahanan Rusia yang ditunjuk AS.

Seorang mantan penasihat Putin, deputi gubernur pertama bank sentral Rusia, deputi perdana menteri dan anggota keluarga pejabat dewan keamanan nasional lainnya juga dikenai sanksi.

"Departemen Keuangan, pemerintah AS, dan sekutu kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan cepat dan keras terhadap individu dan perusahaan di dalam dan di luar Rusia yang terlibat dalam perang ini dan referendum palsu ini," kata Yellen.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya menempatkan pembatasan visa pada 910 orang, termasuk anggota militer Rusia, pejabat militer Belarusia, dan proksi Rusia, karena dianggap melanggar kedaulatan Ukraina, integritas teritorial, dan kemerdekaan politik.

“Amerika Serikat dengan tegas menolak upaya penipuan Rusia untuk mengubah perbatasan Ukraina yang diakui secara internasional,” kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

"Ini jelas merupakan pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB," ujarnya.

Pejabat AS dan sebagian besar komunitas internasional sebelumnya mengatakan mereka tidak akan pernah mengakui pencaplokan Rusia atas tanah Ukraina.

Setelah langkah Putin pada hari Jumat, Presiden AS Joe Biden mengatakan pihaknya tidak memiliki legitimasi dan mengatakan AS akan terus memberikan senjata kepada Ukraina untuk mempertahankan diri.

"Dan saya berharap untuk menandatangani undang-undang dari Kongres yang akan memberikan tambahan 12 miliar dolar AS untuk mendukung Ukraina,” kata Biden.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya